Seorang Wanita Ditahan Polda Sulut Diduga Perekrut Tenaga Kerja ke Kamboja, Pria asal Manado Diburu
Glendi Manengal March 10, 2026 03:54 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polda Sulut bongkar jaringan pengirim tenaga kerja ilegal asal Sulut ke Kamboja. 

Seorang wanita berinisial IAL ditahan aparat Direktorat PPA/PPO Polda Sulut.

IAL diduga sebagai perekrut warga Sulut. 

Ia juga diduga kuat sebagai kepanjangan tangan dari F, pria asal Manado yang berada di Kamboja. 

F terindikasi mengotaki perekrutan tenaga kerja asal Sulut. 

Uniknya hubungan IAL dan F tak hanya sebatas kerja. 

Keduanya diduga menjalin hubungan asmara. 

Direktur Reserse PPA/PPO Polda Sulut Kombes Pol Nonie Sengkey dalam konferensi pers di Balai Wartawan Polda Sulut, Selasa (10/3/2026) 

menuturkan, IAL bersama CAM dan KMP diamankan aparat Polda Sulut dalam sebuah operasi tangkap tangan.

"Kami beroleh informasi masyarakat dan berhasil mengamankan ketiganya di bandara Samratulangi, beberapa waktu lalu," ujar dia. 

Dikatakannya, tiga orang ini akan berangkat dari Bandara Samratulangi ke Medan. 

Daerah tujuannya adalah Poypet Kamboja. 

"Disana mereka akan menjadi admin judi online, modusnya mereka diberi fasilitas gratis, ujung ujungnya ini akan jadi hutang," kata dia. 

Dari pemeriksaan yang dilakukan, beber dia, IAL punya peran sebagai perpanjangan tangan pihak di Kamboja untuk merekrut tenaga kerja dari Sulut. 

Korbannya adalah CAM dan KMP. 

"Ia ternyata sudah dua kali ke Kamboja, dia kami tahan karena berperan dalam perekrutan," katanya. 

Dari IAL, pihaknya menyita babuk berupa ponsel, uang pecahan dolar AS dan dolar singapura serta ringgit. 

Disita pula paspor dan lima kartu provider. 

"Lima kartu ini diduga dipakai untuk merekrut calon pekerja," kata dia. 

Penyelidikan yang digelar kemudian mengungkap peran F. 

Ia adalah pria asal Manado yang sudah lama tinggal di Kamboja. 

Dia diduga merekrut IAL. 

"Modusnya adalah dibentuk tim tim, dimana mereka dipaksa untuk mencari sebanyak mungkin pekerja dari wilayah Sulut," katanya. 

Dia menuturkan, faktor ekonomi menjadi data tarik bagi warga Sulut untuk bekerja di Kamboja. 

Ia meminta warga untuk tidak mudah diiming imingi tawaran kerja dengan gaji menggiurkan di Kamboja. 

"Sudah banyak contoh kasus dimana kenyataan berbeda dengan apa yang dijanjikan," katanya. (Art) 

Baca juga: Obor Pemuda GMIM, Renungan Selasa 10 Maret 2026, Yesaya 44:22, Penghapusan Dosa

(TribunManado.co.id/Art)

_

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.