TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Layanan penyeberangan kapal cepat yang menghubungkan Banyuwangi (Jawa Timur) dan Denpasar (Bali) resmi dihentikan sementara, dan dialihkan mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jatim.
Kapal cepat Express Bahari 1F, yang selama ini melayani rute dari Pelabuhan Marina Boom (Banyuwangi) menuju Pelabuhan Serangan (Denpasar), kini diperbantukan untuk melayani pemudik di wilayah Jawa Timur menuju kepulauan di Madura.
Kepala UPT Pelabuhan Pengumpan Regional Banyuwangi, Yohanes Heri Kriswirawan, mengonfirmasi armada tersebut akan mengisi lintas Jangkar–Kepulauan Raas dan Jangkar–Sapudi.
"Diperbantukan selama arus mudik dan balik," ujar Heri, Selasa (10/3/2026).
Baca juga: Niat Bobol Gudang Pupuk Pakai Truk Besar, Pencuri di Glenmore Banyuwangi Diringkus Polisi
Kapal dijadwalkan mulai bertolak ke rute bantuan hari ini dan resmi beroperasi melayani pemudik pada 12 Maret 2026.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memastikan distribusi armada kapal cukup bagi masyarakat yang pulang kampung.
"Ini untuk mendukung program mudik gratis dari Kementerian Perhubungan," tambah Tri Wahyono, Kasi Teknik Kepelabuhan UPT Pelabuhan Pengumpan Regional Banyuwangi.
Baca juga: Uji Coba Program Digitalisasi Bansos di Banyuwangi, Warga Lakukan Proses Sanggah
Meski menjadi opsi transportasi yang efisien sejak diluncurkan pada Juli 2025, rute Banyuwangi–Denpasar mencatat angka keterisian penumpang (okupansi) yang belum ideal.
Padahal, layanan ini menawarkan efisiensi waktu yang signifikan. Dengan waktu tempuh hanya 3 hingga 4 jam, kapal berkapasitas 400 penumpang ini jauh lebih cepat dibandingkan jalur darat via Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk. Harga tiket yang ditawarkan pun kompetitif, yakni mulai dari Rp 225.000.