Cegah Banjir di Malinau Kota dan Utara, Dinas PUPR Lakukan Pengumpulan Data Fisik dan Hidrologi
Junisah March 10, 2026 04:14 PM


‎TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Upaya pencegahan bencana banjir dan erosi di sepanjang pesisir sungai di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara mulai memasuki tahapan pengumpulan data primer fisik serta hidrologi.

‎Proses pemetaan awal ini difokuskan pada penelusuran rekam jejak muka air dan intensitas hujan di sejumlah titik rawan wilayah Kecamatan Malinau Kota hingga Malinau Utara.

‎Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kabupaten Malinau, Mei Desan menyebutkan pengumpulan informasi tersebut merupakan bagian dari kajian teknis tata air sungai.

‎"Kita merencanakan bagaimana pengendalian banjir di kawasan Kecamatan Malinau Utara dan Malinau Kota, kemudian ini ada memang ada berapa titik yang kami lihat krusial yang harus segera ditangani khususnya tebing sungainya," ungkap Mei Desan.

Baca juga: Rancang Penanganan Banjir dan Erosi di Sungai Sesayap, Pemkab Malinau Gandeng Tenaga Ahli dari UGM

‎Guna menghasilkan model perencanaan yang akurat, perumusan mitigasi sangat bergantung pada dua jenis instrumen hidrologi yang diaktifkan di sekitar daerah aliran sungai.

‎Dinas PUPR Perkim Malinau akan memasang dua jenis alat di bantaran Sungai Sesayap. Yakni Automatic Water Level Recorder (AWLR) dan​Automatic Rain Recorder (ARR).

‎Instrumen pertama difungsikan untuk memantau fluktuasi muka air sungai yang dicatat secara terus-menerus melalui perangkat sensor ukur ketinggian air otomatis.

‎Sedangkan instrumen kedua digunakan untuk mengumpulkan riwayat curah hujan di hulu dan area tangkapan air melalui pos-pos pengukur curah hujan.

‎Silang data antara volume curah hujan dengan rekam jejak kenaikan permukaan air sungai ini akan diolah menjadi dasar simulasi proyeksi debit air maksimal.

Baca juga: ‎Banjir Capai Setinggi Lutut Orang Dewasa, Siswa Sekolah di Kabupaten Malinau Terpaksa BDR

‎"Dalam rangka mendukung perencanaan yang bisa lebih tepat, lebih efisien untuk merumuskan strategi dan kebijakan kita, menghasilkan alternatif penanganan yang optimal," katanya.

‎Simulasi karakteristik aliran sungai tersebut akan menjadi pedoman penentu dimensi serta ketahanan infrastruktur fisik pengendali banjir yang dibangun nantinya.

‎(*)

‎Penulis : Mohammad Supri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.