TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Tol Bawen-Ambarawa dipastikan akan dibuka fungsional selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Meskipun demikian, tol fungsional tersebut tidak bisa dibuka full selama 24 jam per harinya.
Sebab, tol fungsional tersebut belum sepenuhnya selesai dalam pengerjaannya.
Beberapa fasilitas pendukung belum tersedia. Salah satu hal yang krusial adalah lampu penerangan dan rambu-rambunya.
Baca juga: Exit Tol Ambarawa Difungsionalkan Mulai H-7 Lebaran, Operasional Satu Arah
Karenanya, tol fungsional tersebut hanya akan beroperasi mulai pukul 06.00 hingga pukul 17.00.
Hal serupa juga akan diterapkan di jalur tol fungsional Solo-Yogya-Prambanan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, tol fungsional itu tidak akan dibuka penuh karena saat ini belum memiliki rambu dan lampu.
Dia menjelaskan, pembukaan tol fungsional tersebut untuk mengurai kepadatan arus manusia dan barang selama Lebaran.
"Ini bagian dari mereduksi puncak arus. Jalur A untuk arus mudik dibuka mulai 13 Maret dan jalur B untuk arus balik mulai 15 Maret," kata Ahmad Luthfi di Exit Tol Ambarawa Kabupaten Semarang, Selasa (10/3/2026).
Ahmad Luthfi juga menyoroti simpang Bawen yang sering menjadi simpul kemacetan dan kecelakaan.
Pihaknya meminta agar ada petugas yang siaga di lokasi.
"Bawen itu crowded, karenanya ada Pospam sebagai kepanjangan Polres untuk problem solving di lokasi. Nantinya diurai di situ," paparnya.
Baca juga: CATAT, Diskon 30 Persen Tarif Tol Selama 4 Hari Lebaran, Ini Daftar Ruasnya di Jateng
Menurut Ahmad Luthfi, Jawa Tengah adalah titik lelah dan titik jenuh para pemudik dari arah barat.
Karena itu, pihaknya juga mengapresiasi jajaran Polda Jateng yang memberi layanan di Brebes untuk mengangkut sepeda motor pemudik menggunakan truk dan pengendaranya dinaikkan bus untuk selanjutnya diantar ke tujuan.
"Ini adalah upaya kreatif dari Polda Jateng sehingga pemudik lebih aman dan nyaman sampai tujuan," kata Ahmad Luthfi.
Secara khusus dia mengimbau pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan di jalan raya.
Gubernur berpesan, pemudik tidak perlu tergesa-gesa dan lebih baik beristirahat saat terasa lelah.
"Lebih baik lagi kalau belanja oleh-oleh untuk dibawa ke tujuan," ujar Ahmad Luthfi.
Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy menyampaikan, penerapan skenario pengurai kemacetan bergantung situasi di jalanan.
"Nanti bisa juga menggunakan contraflow. Selain itu kepolisian juga berkoordinasi dengan pengelola wisata yang berada di area jalan nasional mendirikan pos sekaligus antisipasi kemacetan," ungkapnya. (*)
Sumber Kompas.com
Baca juga: Simak, Inilah Rencana One Way Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 di Jawa Tengah