DPRD Jatim : Perbaikan Jalan Rusak Jelang Mudik Lebaran 2026 Harus Jadi Prioritas
Titis Jati Permata March 10, 2026 06:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Perbaikan jalan rusak menjelang momentum mudik lebaran 2026 terus didorong oleh DPRD Jatim.

Harapannya, jalan yang dilalui pemudik sudah mantap sehingga bisa terus menekan potensi kecelakaan lalu lintas.

Perlu Koordinasi Antar Lini Pemerintah

Anggota Komisi A DPRD Jatim Sumardi mengungkapkan, untuk memastikan perbaikan jalan, koordinasi antar lini pemerintah sangat diperlukan. "Kita minta untuk momen lebaran ini harus diperhatikan," kata Sumardi saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Selasa (10/3/2026).

Politisi Partai Golkar tersebut menegaskan hal ini penting dipastikan.

Baca juga: Mudik Lebaran Tanpa Was-was, Warga Bondowoso Bisa Titip Hewan Ternak ke Polres

Sebab, tentu saja masyarakat ingin aman dan nyaman saat momen pulang kampung.

Baik dari atau menuju Jawa Timur harus dipastikan aman dan lancar dalam momentum mudik tersebut. 

Jalan Berlubang di Mojokerto-Jombang


Sumardi yang merupakan legislator daerah pemilihan (dapil) Mojokerto-Jombang ini menyebut di kawasan yang merupakan dapilnya banyak yang bergelombang maupun berlubang.

Beberapa ruas memang diketahui merupakan jalan nasional. 

Pada kondisi tersebut, Sumardi mendorong agar pemerintah daerah terus bersinergi.

"Paling tidak dinas terkait ini juga perlu segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar nanti perbaikan bisa segera dilakukan," jelas Sumardi. 

Jumlah Jalan yang Jadi Kewenangan Pemprov Jatim


Dikonfirmasi terpisah, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengungkapkan, saat ini ada total 1.660 KM jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Jalan itu diketahui meningkat sekitar 210 KM jalan jika dibanding tahun sebelumnya.

Sebab, ada jalan yang statusnya naik dari jalan kabupaten/kota menjadi jalan provinsi.

Sebagian juga merupakan jalan nasional yang diserahkan kepada provinsi.

Dari jumlah tersebut, tak dipungkiri Pemprov menerima jalan itu dalam kondisi yang tidak ideal.

"Total penambahan 210 km ini memang diwariskan ke Pemprov dalam keadaan yang tidak ideal," jelas Emil ketika dikonfirmasi di Surabaya, Senin (9/3/2026). 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.