Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menyiagakan puluhan personel serta sejumlah peralatan kebencanaan guna mengantisipasi potensi bencana selama arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah/2026.
Kepala Pelaksana BPBD Purwakarta, Heryadi Erlan, mengatakan, langkah kesiapsiagaan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat, terutama para pemudik, di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi selama periode mudik Lebaran.
"Pemantauan prakiraan cuaca terus kami lakukan bersama BMKG, termasuk memantau debit sungai serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait potensi bencana," kata pria yang akrab dipanggil Abah Erlan itu kepada Tribunjabar.id, Selasa (10/3/2026).
Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem Jawa Barat Sepekan ke Depan: BMKG Peringatkan Ancaman Angin Kencang
Untuk mendukung kesiapsiagaan tersebut, ia mengatakan, BPBD Purwakarta menyiagakan 55 personel yang akan terlibat dalam pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran.
Selain itu, BPBD juga membuka tiga pos siaga bencana, yakni di pos utama Kantor BPBD Purwakarta, kemudian di Jalan Raya Purwakarta-Bandung wilayah Ciganea, serta di kawasan Kota Bukit Indah.
Menurut Erlan, seluruh pos tersebut akan berfungsi sebagai pusat koordinasi penanganan bencana sekaligus tempat istirahat bagi masyarakat atau pemudik yang membutuhkan bantuan.
Saat ini, kata dia, 17 kecamatan di Kabupaten Purwakarta masih berstatus siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga 30 April 2026 berdasarkan keputusan bupati.
Wilayah tersebut berpotensi mengalami berbagai bencana seperti banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, hingga tanah longsor.
Meski demikian, berdasarkan prediksi dari BMKG, kondisi cuaca selama periode tersebut diperkirakan didominasi hujan ringan hingga sedang.
Untuk mempercepat penanganan apabila terjadi bencana saat arus mudik maupun arus balik, BPBD Purwakarta juga menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) di sejumlah wilayah rawan bencana.
Baca juga: 477 Kusir Delman di Garut Dilarang Narik selama Arus Mudik, Dapat Kompensasi Rp 667 Juta
Sejumlah peralatan pendukung turut disiapkan, di antaranya chainsaw, perahu evakuasi, pompa air (alkon), serta logistik kebencanaan yang dapat digunakan sewaktu-waktu dalam kondisi darurat.
Erlan mengimbau masyarakat, khususnya para pemudik, agar meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan dengan selalu memantau perkembangan cuaca sebelum berangkat.
"Masyarakat juga diimbau agar menghindari perjalanan ketika terjadi hujan ekstrem serta memahami jalur evakuasi di wilayah yang dilalui guna meminimalkan risiko saat terjadi bencana," ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca terkini serta melakukan langkah antisipasi seperti membersihkan saluran air, memperkuat struktur bangunan di daerah rawan, dan mengenali tanda-tanda awal terjadinya bencana.
"Masyarakat juga diimbau segera melapor ke BPBD dan pihak berwenang jika menemukan tanda-tanda potensi bencana atau jika terjadi bencana alam di lingkungan sekitar. Kerja sama dan kesiapsiagaan bersama menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana di Kabupaten Purwakarta," ucap Erlan.(*)
Baca juga: Daftar Jalur Mudik di Jabar yang Diprediksi Macet dan Alternatifnya saat Mudik Lebaran 2026