Investasi di Kota Magelang Ditargetkan Terus Tumbuh, Tahun Depan Target Realisasi Rp 264,2 Miliar
Hari Susmayanti March 10, 2026 05:01 PM

TRIBUJOGJA.COM, MAGELANG - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Magelang memproyeksikan realisasi investasi sebesar Rp 264,2 miliar pada tahun 2027. Target tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar satu persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Optimisme ini didorong oleh sejumlah program strategis, mulai dari pendampingan pelaku usaha, kemudahan perizinan, pemberian insentif, hingga sosialisasi penanaman modal bagi generasi muda.

Harapannya, para pemuda dapat memahami potensi lokal dan berperan sebagai duta investasi untuk menarik investor luar daerah.

Kepala DPMPTSP Kota Magelang, Candra Wijatmiko Adi menjelaskan bahwa rencana kerja (renja) tahun 2027 tetap berfokus pada penguatan ekosistem investasi yang kondusif.

Selain mengejar pertumbuhan satu persen, pihaknya membidik peningkatan jumlah pelaku usaha atau investor, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan sasaran 3.087 pelaku usaha.

"Kami optimis bisa mencapai target karena rekan-rekan stakeholder semuanya mendukung. Tentu sinergi ini akan mempermudah kami mencapai target tersebut," kata Candra, di sela kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Renja 2027 DPMPTSP Kota Magelang, Selasa (10/3/2026). 

Baca juga: Wali Kota Magelang Dukung Gerakan Pangan Murah Serentak Jateng, Jaga Daya Beli Masyarakat

FGD tersebut merupakan agenda rutin untuk menyempurnakan program kerja melalui diskusi lintas sektoral yang melibatkan pelaku investasi, Kadin, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perbankan, akademisi, hingga jurnalis.

Candra berharap program yang disusun dapat berdaya guna maksimal dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Terdapat lima program utama dalam rencana kerja tahun 2027, yakni pengembangan iklim penanaman modal, promosi, pelayanan, pengendalian pelaksanaan penanaman modal, serta pengelolaan data dan sistem informasi.

Satu di antara poin krusial adalah fasilitasi kemitraan antara Usaha Mikro Kecil (UMK) dengan Usaha Menengah Besar (UMB) guna menciptakan ekosistem bisnis yang sehat.

Inovasi lain yang ditekankan adalah pendampingan pemberian insentif dan solusi atas kendala yang dihadapi pelaku usaha.

Selain itu, layanan jemput bola bagi kelompok rentan dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) tetap menjadi prioritas.

Program edukasi bagi mahasiswa yang telah berjalan sejak 2025 juga tetap dipertahankan. 

"Kami ingin generasi muda memahami potensi daerah sejak dini. Mahasiswa memiliki jaringan luas yang bisa membantu kami menjangkau investor luar," katanya.

Sementara itu, Koordinator Penanaman Modal DPMPTSP Kota Magelang, Etik Ismariyati, menyebutkan bahwa realisasi investasi di "Kota Sejuta Bunga" menunjukkan tren positif.

Sebagai catatan, pada tahun 2025, investasi tumbuh 16,10 persen atau setara Rp 282 miliar.

Namun, untuk tahun 2027, target disesuaikan menjadi satu persen karena adanya perubahan definisi operasional.

Jika dilihat dari struktur investasi di Kota Magelang, saat ini masih didominasi oleh sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata. 

"Di sektor pariwisata, kami memosisikan diri sebagai penyangga Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur yang menjadi prioritas pemerintah," kata Etik. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.