‎Kerja Keras RT/RW Kunjung Mae Kelola Sampah, Empat Kali Penimbangan Raup Uang Rp800 Ribu
Saldy Irawan March 10, 2026 07:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kerja keras Ketua RW 004 Kelurahan Kunjung Mae bersama jajaran RT mengelola dan menanggulangi sampah selama dua bulan terakhir mulai menunjukkan hasil.

‎Lorong, pekarangan rumah, dan got di wilayah tersebut tidak hanya menjadi lebih bersih, tetapi pengelolaan sampah itu juga mulai memberikan manfaat rupiah kepada warga.

‎Sampah-sampah tersebut dikelola melalui Bank Sampah Pesona Mulia yang dibentuk oleh RT/RW 004.

‎Sejak Februari 2026, bank sampah tersebut telah empat kali melakukan penimbangan sampah yang telah dipilah oleh warga.

‎Dari empat kali penimbangan itu, ratusan kilogram sampah berhasil dikumpulkan, dipilah, lalu dijual ke Bank Sampah Pusat Pemkot Makassar.

‎Adapun hasil penimbangan tersebut yakni pada 21 Februari 2026 sebanyak 62 kilogram, kemudian pada 27 Februari 2026 sebanyak 52 kilogram.

‎Selanjutnya pada 4 Maret 2026 tercatat sebanyak 57 kilogram dan pada 10 Maret 2026 sebanyak 59 kilogram.

‎Dari hasil penjualan sampah tersebut diperkirakan diperoleh nilai sekitar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu.

‎“Kami belum tahu nominal pastinya karena belum ada pencairan dari Bank Sampah Pusat, tapi perkiraannya sekitar Rp800 ribuan semuanya,” ujar Ketua RW 004 Kunjung Mae, Thohad Hasli, Selasa (10/3/2026).

‎Thohad mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga konsistensi pengelolaan sampah tersebut.

‎“Konsistensi ini yang penting, kita jaga supaya tidak hanya di awal saja,” ujarnya.

‎Ia mengungkapkan hasil dari pengelolaan bank sampah nantinya akan dikembalikan kepada warga dalam bentuk kegiatan sosial maupun kebutuhan lingkungan.

‎“Seperti kegiatan takjil, acara sosial, atau nanti kegiatan tujuh belas Agustus,” ucapnya.

‎Selain itu, pihaknya juga mengalokasikan sekitar 20 persen dari hasil bank sampah untuk petugas operasional yang mengumpulkan dan memilah sampah.

‎“Para petugas operasional inilah yang bekerja keras mengumpulkan dan memilah sampah ini,” katanya.

‎Dalam menjalankan program penanggulangan sampah ini, Thohad dibantu oleh jajaran RT di wilayahnya yang berjumlah empat RT.

‎Menurutnya, para RT memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat terkait pemilahan sampah.

‎“Jadi para RT ini yang mengedukasi warga supaya bisa memisahkan sampah organik dan nonorganik,” ujarnya.

‎Untuk memudahkan pengumpulan sampah, pihaknya juga menempatkan kantong sampah di depan rumah warga.

‎Selain itu, kantong sampah juga dipasang di sejumlah restoran yang berada di wilayah tersebut.

‎“Kami juga pasang kantong sampah di depan restoran-restoran yang ada di wilayah kami,” katanya.

‎Kantong sampah tersebut kemudian diambil oleh para RT untuk dibawa ke posko bank sampah.

‎“Lalu kita olah, kita bersihkan, kita pisahkan plastiknya, lalu kita press sebelum dijual,” jelasnya.

‎Ke depan, Thohad mengatakan pihaknya tidak hanya fokus pada pengumpulan dan penjualan sampah plastik.

‎Ia mengungkapkan akan mengembangkan inovasi pengelolaan sampah yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

‎“Sementara ini kita juga kembangkan pembuatan eco enzyme, cairan pengurai sampah yang bisa juga jadi sumber pendapatan nantinya,” ujarnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.