TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kerja keras Ketua RW 004 Kelurahan Kunjung Mae bersama jajaran RT mengelola dan menanggulangi sampah selama dua bulan terakhir mulai menunjukkan hasil.
Lorong, pekarangan rumah, dan got di wilayah tersebut tidak hanya menjadi lebih bersih, tetapi pengelolaan sampah itu juga mulai memberikan manfaat rupiah kepada warga.
Sampah-sampah tersebut dikelola melalui Bank Sampah Pesona Mulia yang dibentuk oleh RT/RW 004.
Sejak Februari 2026, bank sampah tersebut telah empat kali melakukan penimbangan sampah yang telah dipilah oleh warga.
Dari empat kali penimbangan itu, ratusan kilogram sampah berhasil dikumpulkan, dipilah, lalu dijual ke Bank Sampah Pusat Pemkot Makassar.
Adapun hasil penimbangan tersebut yakni pada 21 Februari 2026 sebanyak 62 kilogram, kemudian pada 27 Februari 2026 sebanyak 52 kilogram.
Selanjutnya pada 4 Maret 2026 tercatat sebanyak 57 kilogram dan pada 10 Maret 2026 sebanyak 59 kilogram.
Dari hasil penjualan sampah tersebut diperkirakan diperoleh nilai sekitar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu.
“Kami belum tahu nominal pastinya karena belum ada pencairan dari Bank Sampah Pusat, tapi perkiraannya sekitar Rp800 ribuan semuanya,” ujar Ketua RW 004 Kunjung Mae, Thohad Hasli, Selasa (10/3/2026).
Thohad mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga konsistensi pengelolaan sampah tersebut.
“Konsistensi ini yang penting, kita jaga supaya tidak hanya di awal saja,” ujarnya.
Ia mengungkapkan hasil dari pengelolaan bank sampah nantinya akan dikembalikan kepada warga dalam bentuk kegiatan sosial maupun kebutuhan lingkungan.
“Seperti kegiatan takjil, acara sosial, atau nanti kegiatan tujuh belas Agustus,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga mengalokasikan sekitar 20 persen dari hasil bank sampah untuk petugas operasional yang mengumpulkan dan memilah sampah.
“Para petugas operasional inilah yang bekerja keras mengumpulkan dan memilah sampah ini,” katanya.
Dalam menjalankan program penanggulangan sampah ini, Thohad dibantu oleh jajaran RT di wilayahnya yang berjumlah empat RT.
Menurutnya, para RT memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat terkait pemilahan sampah.
“Jadi para RT ini yang mengedukasi warga supaya bisa memisahkan sampah organik dan nonorganik,” ujarnya.
Untuk memudahkan pengumpulan sampah, pihaknya juga menempatkan kantong sampah di depan rumah warga.
Selain itu, kantong sampah juga dipasang di sejumlah restoran yang berada di wilayah tersebut.
“Kami juga pasang kantong sampah di depan restoran-restoran yang ada di wilayah kami,” katanya.
Kantong sampah tersebut kemudian diambil oleh para RT untuk dibawa ke posko bank sampah.
“Lalu kita olah, kita bersihkan, kita pisahkan plastiknya, lalu kita press sebelum dijual,” jelasnya.
Ke depan, Thohad mengatakan pihaknya tidak hanya fokus pada pengumpulan dan penjualan sampah plastik.
Ia mengungkapkan akan mengembangkan inovasi pengelolaan sampah yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
“Sementara ini kita juga kembangkan pembuatan eco enzyme, cairan pengurai sampah yang bisa juga jadi sumber pendapatan nantinya,” ujarnya