Cerita Ustaz Nan: Belajar Ikhlas dari Para Guru
Cak Sur March 10, 2026 07:32 PM

SURYA.CO.ID, AMBON - Sosok Ustaz Abdurrahman Tuanaya Lc menjadi inspirasi baru dalam dunia pendidikan Islam di Maluku. Melalui program 'Cerita Ustad Nan: Belajar Ikhlas dari Para Guru', ia membagikan kisah perjuangan menuntut ilmu yang luar biasa.

Pria kelahiran Ambon, 14 Oktober 1979 ini, kini menetap di kawasan Pinang Putih Puncak, Hative Kecil, Kota Ambon. Namun, perjalanan intelektualnya telah melintasi batas negara, dari Jawa Timur hingga ke jantung Suriah.

Hasrat kuat memperdalam agama membawanya pertama kali ke Pesantren Mambaus Sholihin, Gresik. Di sana, ia ditempa dengan disiplin ketat kehidupan santri yang menjadi pondasi kuat bagi perjalanan keilmuannya kelak.

Jejak Pendidikan dari Gresik hingga Damaskus

Setelah menyelesaikan pendidikan pesantren di Jawa, tekad Ustaz Abdurrahman membawanya terbang ke Damaskus, Suriah. Ia tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Syeikh Ahmad Kuftaro.

  • Menempuh program S1 Bahasa Arab dan Studi Keislaman di Suriah.
  • Menyerap ilmu langsung dari para ulama besar di lingkungan akademik Damaskus.
  • Menghadapi tantangan hidup dan adaptasi budaya di luar negeri selama bertahun-tahun.

Meski memiliki peluang besar untuk berkarier di luar negeri setelah lulus, hati Ustaz Abdurrahman tetap tertambat pada tanah kelahirannya. Ia memutuskan pulang ke Maluku untuk mengabdikan diri secara langsung.

Dedikasi di Pesantren Sederhana Maluku

Saat ini, Ustaz Abdurrahman aktif mengajar di sebuah pesantren dengan fasilitas yang tergolong sederhana. Baginya, keterbatasan sarana bukan penghalang untuk menanamkan nilai keikhlasan kepada generasi muda.

Ia sering berpesan kepada anak muda di Maluku agar tidak ragu mengejar cita-cita setinggi mungkin. Menurutnya, ilmu yang bermanfaat adalah bekal terpenting untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Mengenal Universitas Syeikh Ahmad Kuftaro Suriah

Universitas Syeikh Ahmad Kuftaro (Abu Nour) merupakan institusi pendidikan Islam ternama di Damaskus, Suriah. Didirikan oleh Syeikh Ahmad Kuftaro, mantan Mufti Agung Suriah, universitas ini dikenal dengan manhaj moderatnya.

Banyak ulama asal Indonesia yang menimba ilmu di sana, terutama dalam bidang Bahasa Arab dan Syariah. Alumni institusi ini dikenal memiliki kedalaman ilmu alat (bahasa) dan wawasan keislaman yang moderat serta inklusif.

Tips Menuntut Ilmu ala Ustaz Abdurrahman Tuanaya

Bagi Anda yang sedang menempuh pendidikan atau berencana merantau demi ilmu, berikut adalah intisari pesan dari Ustaz Abdurrahman:

  • Ikhlas sebagai Landasan: Niatkan belajar untuk ibadah dan pengabdian, bukan sekadar mengejar gelar.
  • Adaptasi: Jangan takut keluar dari zona nyaman, seperti merantau ke luar daerah atau luar negeri.
  • Kembali ke Akar: Setinggi apa pun ilmu yang didapat, jangan lupa untuk membangun daerah asal.
  • Kesungguhan: Tantangan di perantauan adalah ujian untuk menguatkan mental dan ketekunan.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.