SURYA.CO.ID, AMBON - Sosok Ustaz Abdurrahman Tuanaya Lc menjadi inspirasi baru dalam dunia pendidikan Islam di Maluku. Melalui program 'Cerita Ustad Nan: Belajar Ikhlas dari Para Guru', ia membagikan kisah perjuangan menuntut ilmu yang luar biasa.
Pria kelahiran Ambon, 14 Oktober 1979 ini, kini menetap di kawasan Pinang Putih Puncak, Hative Kecil, Kota Ambon. Namun, perjalanan intelektualnya telah melintasi batas negara, dari Jawa Timur hingga ke jantung Suriah.
Hasrat kuat memperdalam agama membawanya pertama kali ke Pesantren Mambaus Sholihin, Gresik. Di sana, ia ditempa dengan disiplin ketat kehidupan santri yang menjadi pondasi kuat bagi perjalanan keilmuannya kelak.
Setelah menyelesaikan pendidikan pesantren di Jawa, tekad Ustaz Abdurrahman membawanya terbang ke Damaskus, Suriah. Ia tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Syeikh Ahmad Kuftaro.
Meski memiliki peluang besar untuk berkarier di luar negeri setelah lulus, hati Ustaz Abdurrahman tetap tertambat pada tanah kelahirannya. Ia memutuskan pulang ke Maluku untuk mengabdikan diri secara langsung.
Saat ini, Ustaz Abdurrahman aktif mengajar di sebuah pesantren dengan fasilitas yang tergolong sederhana. Baginya, keterbatasan sarana bukan penghalang untuk menanamkan nilai keikhlasan kepada generasi muda.
Ia sering berpesan kepada anak muda di Maluku agar tidak ragu mengejar cita-cita setinggi mungkin. Menurutnya, ilmu yang bermanfaat adalah bekal terpenting untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Universitas Syeikh Ahmad Kuftaro (Abu Nour) merupakan institusi pendidikan Islam ternama di Damaskus, Suriah. Didirikan oleh Syeikh Ahmad Kuftaro, mantan Mufti Agung Suriah, universitas ini dikenal dengan manhaj moderatnya.
Banyak ulama asal Indonesia yang menimba ilmu di sana, terutama dalam bidang Bahasa Arab dan Syariah. Alumni institusi ini dikenal memiliki kedalaman ilmu alat (bahasa) dan wawasan keislaman yang moderat serta inklusif.
Bagi Anda yang sedang menempuh pendidikan atau berencana merantau demi ilmu, berikut adalah intisari pesan dari Ustaz Abdurrahman: