TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG -Seorang warga Ciputat bernama Yulia Citra (29) menjadi korban pencopetan saat berbelanja di Pasar Tanah Abang Blok B, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026).
Dalam kejadian tersebut, ponsel iPhone 15 Plus miliknya serta uang jutaan rupiah miliknya raib.
Yulia mengatakan, saat kejadian kondisi pasar sedang sangat padat sehingga para pengunjung saling berdesakan.
Ia sempat merasakan tasnya seperti tertarik atau terasa lebih berat saat berada di tengah kerumunan.
“Kejadiannya Sabtu saat di Blok B pengunjung cukup padat sehingga berhimpitan. Sempat ada yang terasa berat pada bagian tas saat berdesakan,” ujar Yulia kepada wartawan Polsek Metro Tanah Abang, Selasa (10/3/2026).
Yulia mengatakan, dirinya datang ke Pasar Tanah Abang bersama ibunya untuk membeli pakaian Lebaran.
Namun di tengah keramaian, ia tidak menyadari sejumlah barang berharganya telah hilang.
Yulia sempat berteriak setelah merasa uangnya hilang ketika berdesakan. Saat itu, seseorang memberi tahu bahwa ada uang di lantai. Ketika diperiksa, terdapat uang Rp 300 ribu yang tercecer.
“Pas berdesakan saya menarik tas saya dan berteriak uang saya hilang. Ada yang bilang uangnya di bawah. Pas saya lihat ada Rp 300 ribu. Saat itu saya belum sadar handphone dan ATM saya juga hilang. Mungkin uang yang di lantai itu sebagai pengalihan,” jelasnya.
Setelah memeriksa isi tasnya, Yulia baru menyadari sejumlah barang miliknya telah raib.
Uang tunai yang semula ia bawa untuk berbelanja juga berkurang drastis.
Ia menyebut handphone iPhone 15 Plus miliknya yang bernilai sekitar Rp15 juta ikut hilang.
Selain itu kartu ATM yang berisi sekitar Rp 5 juta serta uang tunai yang ia bawa juga ikut digondol pelaku.
“Handphone seharga Rp 15 juta, ATM berisi Rp 5 juta raib dan hanya tersisa Rp 20 ribu.
Belum lagi uang yang saya bawa Rp 800 ribu dan baru belanja Rp 200 ribu ikut digondol. Hanya tersisa Rp 300 ribu yang tercecer di lantai,” ungkapnya.
Usai kejadian, Yulia langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada petugas. Ia sempat mendatangi pos polisi yang berada di area Pasar Tanah Abang sebelum diarahkan ke Polsek Metro Tanah Abang.
“Dari pospol saya diarahkan ke Polsek Metro Tanah Abang, tapi di sini justru diarahkan ke Polda Metro Jaya dengan alasan untuk memblokir IMEI,” katanya.