Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI – Operasi pencarian nelayan asal Trenggalek, Jumali (50), yang hilang di perairan Paranggupito, Wonogiri, resmi dihentikan.
Keputusan ini diambil setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian selama tujuh hari tanpa menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, mengatakan pencarian dihentikan sesuai prosedur setelah upaya maksimal dilakukan oleh tim di lapangan.
"Pencarian dihentikan setelah berlangsung selama tujuh hari. Operasi pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan ditutup pada Kamis (5/3/2026) sore setelah korban tidak juga ditemukan," jelasnya.
Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan melakukan penyisiran intensif di perairan sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu.
Selain itu, pemantauan juga dilakukan dari sejumlah titik di sepanjang garis pantai.
Area pencarian mencakup wilayah pesisir Pacitan, Wonogiri, hingga Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Namun hingga hari terakhir operasi, korban tidak berhasil ditemukan.
"Korban dinyatakan hilang setelah pencarian dilakukan tak membuahkan hasil," jelasnya.
Baca juga: Kronologi Nelayan Trenggalek Hilang di Pantai Wonogiri : Niat Cari Lobster, Kapal Ditemukan Terbalik
Peristiwa hilangnya Jumali bermula pada Kamis (26/2/2026).
Saat itu, sebanyak 10 kapal nelayan berangkat melaut dari terminal kapal di Pantai Watukarung, Kabupaten Pacitan.
Salah satu kapal ditumpangi seorang diri oleh Jumali (50), warga Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek.
Ia menggunakan kapal bernama Manis Rizky 59.
Korban bersama rombongan nelayan lainnya menuju perairan selatan untuk memancing sekaligus memasang jaring rendet udang lobster.
Sekitar pukul 21.00 WIB, salah satu nelayan dari kapal lain masih melihat lampu kapal milik korban menyala dengan jarak sekitar satu kilometer.
Namun pada pukul 22.30 WIB, cahaya lampu kapal tersebut sudah tidak terlihat lagi.
Para nelayan sempat melakukan pencarian selama kurang lebih dua jam.
Namun upaya itu tidak membuahkan hasil karena kondisi gelombang laut selatan yang cukup tinggi.
Setelah itu, para nelayan memutuskan kembali ke Pantai Watukarung dan melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik kapal.
Baca juga: Detik-detik Nelayan Asal Trenggalek Hilang di Laut Selatan, Kapal Ditemukan Terbalik di Wonogiri
Informasi mengenai hilangnya kapal dan anak buah kapal (ABK) kemudian disebarluaskan kepada para nelayan di wilayah Pacitan hingga Pantai Sadeng, Girisubo, DIY.
Keesokan harinya, Jumat (27/2/2026) pagi, kapal milik korban ditemukan warga dalam kondisi terbalik.
Warga yang sebelumnya menerima informasi mengenai kapal hilang dari Pacitan kemudian melaporkan temuan tersebut ke Polsek setempat.
Meski operasi pencarian resmi dihentikan, masyarakat dan nelayan di sekitar pesisir selatan masih diminta untuk melapor jika menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan korban.
(*)