Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Pemerintah Indonesia, melalui PT. Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI), memberlakukan stimulus berupa potongan harga atau diskon tiket kapal laut sebesar 30 persen untuk periode angkutan Lebaran 2026.
Program stimulus ini bertujuan untuk membantu pemudik di daerah kepulauan dan mengurangi beban biaya transportasi selama musim mudik.
Selain itu program ini menjadi pilihan mudik yang terjangkau bagi masyarakat khususnya jalur laut.
Program ini berlaku untuk pembelian tiket dengan periode keberangkatan mulai 11 Maret hingga 5 April 2026.
Diskon hanya berlaku pada harga dasar tiket dan tidak termasuk biaya asuransi maupun pas penumpang.
Kuota program tersebut juga terbatas. Jika kuota telah habis sebelum tanggal yang ditentukan, maka pembelian tiket akan kembali menggunakan tarif normal.
Hal ini disampaikan oleh Kabag operasi dan pelayanan PT. PELNI Cabang Ambon, Rajab, mengatakan program pemotongan harga ini berlaku untuk seluruh rute dan trayek kapal Pelni.
"Kita ada Stimulus sebesar 30 persen, potongan harga tiket dan berlaku pada semua rute kapal Pelni," ujarnya saat diwawancarai TribunAmbon.com, di ruang kerjanya pada Selasa (10/2/2026).
Baca juga: PT. Pelni Cabang Ambon Sigapi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026, Siapkan 3 Tambahan Kapal
Baca juga: Rudi, Prabowo, dan Jajaran Kejati Maluku Turun Jalan Berbagi Takjil, Besok Siap Buka Pasar Murah
Selain program stimulus, peningkatan jumlah penumpang juga telah disiapkan oleh PT. Pelni.
Saat ini, dalam menghadapi lonjakan penumpang pada musim mudik tahun ini, Pelni menambah jumlah armada yang melayani rute dari Ambon.
Penambahan pada tiga kapal yang dari sebelumnya sembilan kini bertambah menjadi dua belas unit kapal.
Tiga kapal tambahan yang disiapkan yakni KM Gunung Dempo, KM Dobonsolo, dan KM Sinabung.
Selain itu, Pelni juga menyiapkan satu unit Kapal Sabuk Nusantara 106 yang melayani rute Pulau Seram.
Menurut Rajab, puncak arus keberangkatan penumpang dari Ambon diperkirakan terjadi pada 13 Maret 2026 nanti.
Sehingga dirinya berharap para penumpang saat berlayar dapat memastikan keamanan dan kesehatan.
Selain itu, mencegah terjadinya kehabisan tiket, penumpang lebih bijak untuk memesan dari awal atau sebelum puncak arus mudik.
Diketahui, PT. Pelni sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran.
Perusahaan pelayaran ini tengah mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan.
Selain angkutan penumpang, Pelnu juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi masyarakat.
Tercatat kapal perintis menyinggahi 229 pelabuhan dengan total 516 ruas dan 2.515 rute.
Selain penyediaan kapal penumpang, Pelni juga mengoperasikan kapal bisnis logistik sebanyak 8 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak.
Dengan kapasitas ini, Pelni mampu melayani kebutuhan masyarakat salah satunya di Maluku yang merupakan daerah kepulauan. (*)