DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Ketahanan Pangan Nasional
Wahyu Aji March 10, 2026 09:34 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Johan Rosihan, mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak konflik geopolitik di Timur Tengah terhadap ketahanan pangan nasional.

Menurut Johan, eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang juga melibatkan Amerika Serikat berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia. 

Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada sektor pangan, khususnya pada biaya produksi dan distribusi.

“Dampak dari perang Iran, Israel dan keterlibatan Amerika ini perlu diseriusi untuk diamati oleh pemerintah. Yaitu berdampak kepada harga minyak dunia dan itu akan berpengaruh kepada biaya distribusi dan juga biaya produksi pangan kita,” kata Johan dalam sesi PKS Legislative Report di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Johan menilai, persoalan ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga distribusi serta stabilitas harga di tingkat pasar.

“Ini kalau tidak diantisipasi, maka walaupun kita punya stok banyak, ya kan klaim pemerintah di awal Ramadan itu kan kita cukup stok untuk dalam situ. Tapi persoalannya kan terjadi lonjakan harga di pasar-pasar. Salah satu sebabnya adalah tidak meratanya distribusi kita,” ucap Johan.

Johan menjelaskan, kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan biaya logistik yang pada akhirnya menghambat distribusi pangan ke berbagai wilayah.

“Nah dengan meningkatnya harga minyak, maka juga ini akan nanti berdampak kepada terhambatnya distribusi kita. Dengan meningkatnya biaya distribusi itu. Nah karena ini harus diantisipasi secara cepat, jangan reaktif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Johan menekankan pentingnya penguatan produksi pangan dalam negeri agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada impor.

“Ini sekaligus alarm kepada kita, agar kita tetap konsen kepada produksi dalam negeri, jangan tergantung impor. Agar kebijakan kedaulatan pangan kita itu harus masuk di dalam satu tatanan ketahanan nasional,” pungkasnya.

Johan menambahkan, Komisi IV DPR RI akan terus mendorong pemerintah mengambil langkah antisipatif agar gejolak global tidak memberikan tekanan besar bagi petani maupun konsumen di dalam negeri.

Sebelumnya, militer Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) lalu.

Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi militer negara.

Baca juga: Forum Kebangsaan Pimpinan MPR-DPR: Perkuat Civil Society di Tengah Tantangan Geopolitik Global

Iran lalu membalasnya dengan meluncurkan serangan militer ke pangkalan-pangkalan militer AS yang ada di negara-negara tetangganya dan juga target-target strategis di wilayah pendudukan Israel.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.