TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Kondisi perang yang terjadi antara Iran vs Amerika Serikat dan Israel masih terus memanas.
Imbasnya juga sampai pada Tim Nasional (Timnas) Iran yang nasibnya tak tentu arah.
Padahal kesempatan Iran untuk ke Piala Dunia 2030 pun sudah di depan mata.
Namun jika mundur pada edisi 2026 ini, ancaman kedepannya semakin nyata.
Timnas Iran dalam posisi rumit hanya tiga bulan menjelang Piala Dunia 2026.
Hal ini karena kondisi peperangan yang terjadi di negara tersebut.
Baca juga: Profil Carlos Queiroz, Pelatih Timnas Iran di Piala Dunia 2022 Raih Kemenangan Perdana vs Wales
Apalagi serangan dari Amerika Serikat dan Israel nampaknya belum reda.
Kondisi ini semakin memanas sejak akhri Februari 2026 lalu.
Kedua pemimpin negara itu, juga belum menghentikan serangan terhadap Iran.
Sayangnya, situasi inipun membuat pihak Timnas Iran dalam kebimbangan.
Team Melli sebelumnya sudah dipastikan lolos sebagai salah satu dari 8 negara Asia.
Sementara itu, dari pihak pemimpin Iran nampaknya pesimis dengan ajang sepak bola dunia.
Hal ini disampaikan, Presiden PSSI-nya Iran, Mehdi Taj, memberi pernyataan bernada pesimis.
Ia nampak pasrah atas pertandingan dunia tersebut.
"Kami tidak bisa menghadapi Piala Dunia dengan harapan," ucap Mehdi Taj pekan lalu.
Jika dari kalimat tersebut, opsi mundur akan menimbulkan hukuman berat dari FIFA.
Pasalnya, sepanjang Piala Dunia bergulir sejak 1950an, belum ada negara yang menyatakan mundur setelah lolos.
Sehingga, saat mundur, pihak federasi harus bersiap dengan ganti rugi.
"Regulasi menyatakan mundur dari turnamen berakibat denda bergantung pada tanggal pengunduran diri," tulis The Guardian.
"Serta akan membuat Komite Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi olahraga."
Sanksi terberat yaitu dikeluarkannya negara bersangkutan dari agenda kompetisi FIFA berikutnya.
"Komite Disiplin FIFA bisa menjatuhkan hukuman tambahan," tulis The Guardian lagi.
"Bergantung pada waktu pengunduran diri, tingkat keseriusan pelanggaran, dan berbagai faktor mitigasi serta relevansi situasi."
"Sanksi disiplin bisa berupa dikeluarkannya asosiasi bersangkutan dari kompetisi FIFA di masa depan."
Kompetisi FIFA yang dimaksud adalah Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia.
Sebagai negara yang sudah enam kali lolos ke Piala Dunia, sanksi tersebut bakal menjadi hukuman telak bagi benua Asia.
FIFA diharapkan bisa mengambil keputusan bijaksana terkait nasib Iran yang diserang negara tuan rumah Piala Dunia.(*)
(BolaSport.com)(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)