Megawati Kirim Surat ke Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei: Saya Gembira
Acos Abdul Qodir March 11, 2026 12:32 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, mengambil langkah diplomatik personal yang signifikan.

Megawati secara resmi mengucapkan selamat atas penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.

Langkah ini dilakukan Megawati saat menerima kunjungan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).

Mojtaba Khamenei terpilih sebagai pemimpin baru Iran menggantikan sang ayah, mendiang Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 lalu.

"Ini adalah surat kedua. Saya merasa gembira karena Iran sekarang sudah punya pemimpin kembali," ujar Megawati saat menyerahkan surat tersebut kepada Dubes Boroujerdi.

Foto Sejarah 2004: Bukti Persahabatan Abadi

Di luar protokol kenegaraan yang kaku, Megawati menyuguhkan narasi personal yang menyentuh.

Ia menyerahkan sebuah foto yang mengabadikan momen kunjungan resminya ke Teheran pada tahun 2004. 

Dalam foto tersebut, tampak Megawati berbincang hangat dengan mendiang Ayatollah Ali Khamenei.

Penyerahan foto ini bukan tanpa alasan.

Megawati ingin menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Iran memiliki akar sejarah yang sangat kuat secara personal.

“Ini bukti saya punya hubungan persahabatan dengan almarhum Ayatollah Ali Khamenei,” tegas putri sulung Bung Karno tersebut sambil menunjukkan foto kenangan 22 tahun silam itu.

Kado Tenun Bali sebagai Penutup

Suasana formal persidangan diplomatik tersebut ditutup dengan momen hangat.

Sambil tersenyum, Megawati memberikan kado berupa kemeja tenun ikat khas Bali kepada Dubes Boroujerdi.

Gestur ini seolah mempertegas bahwa diplomasi tidak melulu soal kertas dan tanda tangan, melainkan tentang rasa dan budaya.

Baca juga:  Vladimir Putin Telepon Donald Trump Soal Iran, Eks Dubes RI untuk Rusia: Ada Peluang Hentikan Perang

Dalam pertemuan tersebut, Megawati didampingi oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan sejumlah petinggi partai lainnya.

Tampak hadir pula Ahmad Basarah, Yasonna Laoly, Eriko Sotarduga, serta Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARIK) PDIP Andi Widjajanto.

Ikatan Batin Bung Karno dan Iran

KHAMENEI BUKA SUARA - Foto ini diambil dari https://english.khamenei.ir/ pada Senin (23/6/2025) yang menampilkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei akhirnya angkat bicara untuk pertama kalinya sejak Amerika Serikat meluncurkan serangan besar-besaran terhadap fasilitas nuklir Iran.
KHAMENEI BUKA SUARA - Foto ini diambil dari https://english.khamenei.ir/ pada Senin (23/6/2025) yang menampilkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei akhirnya angkat bicara untuk pertama kalinya sejak Amerika Serikat meluncurkan serangan besar-besaran terhadap fasilitas nuklir Iran. (https://english.khamenei.ir/)

Dalam surat yang diantarkan langsung oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Selasa (3/3/2026) lalu, Megawati mengungkap adanya keterikatan ideologis yang dalam. 

Ia menegaskan bahwa mendiang Ayatollah Ali Khamenei adalah sosok yang sangat mengagumi pemikiran Proklamator RI, Ir. Soekarno.

"Bagi kami di Indonesia, sosok Ayatollah Ali Khamenei memiliki kedekatan batin dan pemikiran dengan perjuangan Bung Karno," tulis Megawati dalam dokumen resmi tersebut.

Megawati memaparkan bahwa semangat Pancasila dan Dasasila Bandung telah menjadi salah satu referensi bagi Iran dalam merumuskan kemandirian bangsanya.

Sebaliknya, Megawati melihat dalam diri Khamenei terdapat gema semangat anti-kolonialisme dan tekad menolak dominasi global yang senada dengan marhaenisme.

Menolak Agresi, Menuntut Perdamaian

Pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut juga menjadi panggung bagi Megawati untuk menegaskan sikap politik luar negerinya.

Ia mengecam keras agresi militer sepihak yang menyebabkan wafatnya Ayatollah Ali Khamenei pada akhir Februari lalu.

Megawati menekankan bahwa Indonesia berdiri bersama rakyat Iran dalam menolak segala bentuk kekerasan bersenjata yang melanggar kedaulatan negara.

"Penyelesaian konflik harus ditempuh melalui jalan dialog, perundingan yang adil, dan penghormatan terhadap hukum internasional, bukan melalui kekerasan," tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.