TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah negara di Asia Tenggara mulai mengantisipasi kelangkaan minyak mentah menyusul perang Iran Vs AS-Israel di Timur Tengah.
Di Indonesia pada hari ini, Selasa (10/3/2026), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dipanggil Presiden RI Prabowo Subianto ke Istana Presiden Jakarta membahas soal BBM.
Usai pertemuan, Bahli menegaskan tidak ada kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi seperti Solar (Biosolar) dan Pertalite (RON 90) setidaknya hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Pemerintah kemarin kita juga melakukan pembahasan dengan menteri keuangan. Saya dapat memastikan untuk menyangkut subsidi BBM sampai dengan hari raya Insyaallah tidak ada kenaikan apa-apa," kata Bahlil.
Bahlil mengatakan meskipun harga minyak mentah dunia atau crude naik namun pemerintahan memutuskan untuk tidak menaikan harga BBM subsidi.
Lalu bagaimana negara negara tetangga Indonesia di Asia Tenggara?
Pemerintah Thailand akan mewajibkan sebagian besar instansi pemerintah untuk menerapkan sistem kerja dari rumah (WFH) untuk mengurangi penggunaan BBM.
Danucha Pichayanan, Sekretaris Jenderal Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional Thailand menegaskan pejabat pemerintah juga diminta menangguhkan perjalanan ke luar negeri yang tidak penting.
Thailand masih bergantung pada Qatar untuk pengiriman LNG dan minyak mentah melalui Selat Hormuz.
Di sejumlah SPBU di Thailand warga mulai terlihat antre membeli BBM beberapa waktu terakhir.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menerapkan kebijakan sistem kerja empat hari seminggu di kantor-kantor pemerintahan mulai 9 Maret.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghemat energi dan menekan konsumsi BBM.
Marcos juga memerintahkan semua lembaga pemerintah untuk mengurangi penggunaan listrik dan biaya bahan bakar 10-20 persen.
Junta Myanmar mengeluarkan aturan penjatahan BBM untuk kendaraan pribadi mulai Rabu (3/3/2026) lalu.
Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional (NDSC) Myamnar seperti dikutip dari Reuters menjelaskan aturan itu berlaku efektif mulai 7 Maret 2026.
Hal ini sebagai respon atas pasokan pengiriman minyak ke Myanmar karena Selat Hormuz ditutup Iran.
Aturan penjatahan itu adalah menggunakan skema "genap-ganjil".
Pelat nomor genap hanya diperbolehkan mengisi BBM pada tanggal genap.
Dan pelat nomor ganjil mengisi BBM di kendaraannya pada tanggal ganjil.
NDSC memperingatkan pelaku usaha dan individu untuk tidak menimbun bahan bakar untuk dijual kembali dengan harga yang dinaikkan,
Myanmar sangat bergantung pada impor bahan bakar olahan dari Singapura dan Malaysia, yang berfungsi sebagai pusat pengolahan regional untuk minyak mentah Timur Tengah.
Di Laos, warga dari Vientiane hingga Luang Prabang, mengatakan bahwa SPBU telah tutup setelah para pengendara berlomba-lomba mengisi BBM khawatir akan gangguan pasokan berkurang.
“Selama dua hari terakhir, orang-orang panik membeli barang. Antrean panjang ada di mana-mana, dan harga solar naik,” kata Chanthee Sipaseuth, seorang pengemudi taksi wisata di Luang Prabang dikutip dari SCMP.
“Namun setelah pemerintah Thailand meyakinkan kami bahwa mereka tidak akan berhenti mengekspor minyak ke Laos, situasinya menjadi lebih baik saat ini.”