Geopolitik Timur Tengah Berpotensi Pengaruhi Ekonomi Indonesia
TRIBUNNEWS.COM – Dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global, yang pada akhirnya juga dapat berdampak pada perekonomian Indonesia.
Eskalasi konflik di kawasan tersebut tidak hanya memunculkan krisis kemanusiaan, tetapi juga berisiko mengganggu berbagai sektor strategis dunia seperti perdagangan dan energi.
Baca juga: Akankah Perang Iran Vs AS-Israel Menciptakan Krisis Ekonomi Dunia Seperti 2008 Silam?
Hal itu disampaikan Ketua Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Daerah Khusus Jakarta (KAUMY DK Jakarta), Wahyu Sandya Yudha Pangestu, dalam kegiatan Iftar Bareng dan Santunan Anak Yatim yang digelar di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Menurut Sandya, ketegangan yang melibatkan sejumlah negara di Timur Tengah, termasuk dinamika konflik yang berkaitan dengan Iran serta konflik berkepanjangan di Palestina, berpotensi memberikan dampak luas terhadap kondisi global.
Ia menilai instabilitas di kawasan tersebut dapat memengaruhi rantai pasok, perdagangan internasional, hingga sektor energi yang memiliki peran penting dalam perekonomian dunia.
“Perdamaian harus tetap menjadi prioritas. Upaya meredakan konflik melalui dialog dan pendekatan kemanusiaan penting dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih luas, baik dari sisi kemanusiaan maupun ekonomi,” ujar Sandya.
Ia menambahkan, konflik bersenjata yang berkepanjangan berpotensi memperluas krisis kemanusiaan sekaligus memicu ketidakpastian ekonomi global.
Karena itu, masyarakat internasional diharapkan terus mendorong penyelesaian konflik secara damai.
Sandya menilai seruan tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini dikedepankan Muhammadiyah dalam merespons berbagai persoalan global.
Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap prinsip kemanusiaan dan hukum internasional serta mendorong peran aktif masyarakat dunia dalam menciptakan perdamaian.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga menggelar doa bersama untuk perdamaian di wilayah-wilayah yang tengah dilanda konflik, khususnya Palestina dan Iran. Doa dipimpin oleh Ketua Majelis Tabligh PCM Tanah Abang I, Ustadz Ziyad Muhammad, Lc.
Dalam tausiyahnya, Ziyad mengingatkan bahwa bulan Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan komitmen terhadap nilai-nilai keadilan.
“Ramadan harus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama serta meneguhkan komitmen dalam membela nilai-nilai kebenaran dan keadilan,” ujarnya.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB tersebut dihadiri para alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang berdomisili di wilayah Jabodetabek.
Dalam kesempatan itu, KAUMY DK Jakarta juga menyalurkan santunan kepada puluhan anak yatim dari Panti Asuhan Muhammadiyah Tanah Abang I. Santunan tersebut berasal dari para donatur yang merupakan alumni UMY.
Acara yang mengusung tema “Berkah Ramadan: Eratkan Silaturahmi dan Kolaborasi Antar-Alumni” ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan di kalangan alumni sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah tokoh alumni UMY yang kini berkiprah di berbagai bidang, antara lain Sosiolog dan Associate Fellow di IKMAS Universiti Kebangsaan Malaysia Abdullah Sumarhadi, mantan anggota Bawaslu RI Nasrullah, penulis sekaligus panitera Mahkamah Konstitusi Hani Adhani, Komisaris PT Jasamarga Tollroad Maintenance Nasaruddin, serta dokter spesialis ortopedi dan traumatologi Andi Nusawarta.
Dalam sesi berbagi pengalaman, para alumni tersebut memaparkan pandangan mengenai pentingnya memperkuat jejaring alumni serta membangun kolaborasi yang lebih solid.
Abdullah Sumarhadi menekankan pentingnya menjaga suasana organisasi yang kondusif agar KAUMY dapat berkembang secara lebih kuat.
“Perbedaan pendapat tentu ada, tetapi perlu dikelola dengan baik agar tidak menghambat perkembangan organisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Nasrullah menilai jejaring organisasi alumni dapat menjadi sarana penting untuk saling mendukung dalam perjalanan karier.
“Jejaring alumni bisa menjadi ruang untuk saling mendukung dan memperkuat peluang di berbagai bidang,” katanya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Sandya mengatakan KAUMY DK Jakarta tengah merancang sejumlah inisiatif untuk memperkuat peran organisasi alumni.
Salah satunya adalah rencana pembangunan rumah singgah bagi lulusan UMY dari daerah yang datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan atau melanjutkan studi.
Selain itu, organisasi tersebut juga tengah mengembangkan database alumni sebagai upaya memperkuat jaringan dan kolaborasi antaranggota.
“Ke depan kami ingin terus mengkristalkan kolaborasi dan sinergi antaralumni, salah satunya melalui pengembangan database alumni,” kata Sandya.
KAUMY DK Jakarta juga telah memiliki website resmi yang diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi serta jejaring antaralumni di berbagai daerah.
Melalui kegiatan ini, KAUMY DK Jakarta berharap semangat kebersamaan dan kolaborasi antaralumni dapat terus berkembang sekaligus memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.