BANGKAPOS.COM - Mencari keberkahan Lailatul Qadar adalah dambaan setiap Muslim.
Namun, muncul pertanyaan penting: Doa malam Lailatul Qadar dibaca kapan?
Berdasarkan petunjuk Rasulullah SAW, doa ini tidak hanya dibaca sekali, melainkan dianjurkan untuk diulang-ulang pada waktu-waktu paling mustajab di akhir Ramadan.
Berdasarkan hadis sahih yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah RA, Rasulullah SAW memberikan instruksi spesifik mengenai kapan kita harus memperkuat pencarian malam mulia ini:
"Intailah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadan." (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Melihat panduan tersebut, waktu paling utama untuk memperbanyak doa adalah pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan.
Para ulama menyarankan agar doa ini dipanjatkan sepanjang malam, terutama pada sepertiga malam terakhir saat para malaikat turun ke bumi.
Saat 'Aisyah RA bertanya kepada Nabi Muhammad SAW mengenai apa yang harus diucapkan jika seseorang mengetahui malam tersebut, Rasulullah mengajarkan kalimat yang singkat namun mencakup segala kebutuhan seorang hamba:
Teks Arab: اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin: Allahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul-‘afwa fa‘fu ‘anni.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku." (HR. at-Tirmidzi)
Meskipun Lailatul Qadar adalah waktu yang mustajab untuk meminta apa saja, Rasulullah SAW secara khusus mengajarkan doa ampunan.
Ini menunjukkan bahwa:
(Tribun Gayo/ Bangkapos.com)