SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Sebanyak 12 personel perwira Polda Sumatera Selatan (Sumsel) dinyatakan lolos seleksi awal untuk mengikuti program pendidikan pascasarjana (S2) di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK).
Seleksi ini mencakup Program S2 STIK Reguler Angkatan ke-16 serta Program S2 STIK Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Angkatan ke-1 Tahun Anggaran 2026.
Rangkaian ujian kesamaptaan jasmani dan beladiri Polri dilaksanakan di Lapangan Stadion Kompleks Pakri, Palembang, Senin (9/3/2026).
Proses Seleksi Transparan dan Ketat
Jalannya seleksi dipimpin langsung oleh Karo SDM Polda Sumsel, Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo, S.H., S.I.K., selaku Ketua Panitia. Proses ini melibatkan tim kepanitiaan lintas fungsi, tim kesehatan, serta pengawas internal guna memastikan prinsip transparan, akuntabel, dan clean tetap terjaga.
Tercatat sebanyak 13 personel Polda Sumsel mendaftar untuk mengikuti tahapan tes kesamaptaan jasmani dan beladiri ini.
Dari jumlah tersebut, 12 peserta dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) dan berhak melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya. Sementara itu, satu peserta dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) pada tahap uji kesamaptaan jasmani.
Investasi SDM Kepolisian Modern
Pelaksanaan uji kesamaptaan jasmani dikoordinasikan oleh Dirsamapta Polda Sumsel, Kombes Pol. M. Rendra Salipu, S.I.K., M.Si., selaku Koordinator Uji Kesamaptaan Jasmani (UKJ). Tim pelaksana tes dipimpin oleh Kabagwatpers Ro SDM, AKBP Roni Syahendra, S.H., S.I.K., M.Si., sedangkan uji beladiri Polri dikoordinasikan oleh Iptu Benny Mandagie.
"Program pendidikan S2 STIK merupakan jalur pengembangan akademik strategis bagi perwira Polri. Ini dirancang untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan, manajemen kepolisian modern, serta kapasitas analisis strategis dalam menghadapi dinamika keamanan global yang semakin kompleks," ujar Kombes Pol. Sudrajad Hariwibowo.
Selain jalur reguler, tahun ini Polda Sumsel juga membuka peluang melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program ini memberikan kesempatan kepada personel Polri yang memiliki pengalaman kerja dan capaian pembelajaran sebelumnya untuk diakui dan dikonversi menjadi sks, sehingga mempermudah akses pendidikan pascasarjana.
Prioritas Pelayanan Profesional
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan prioritas mutlak dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
"Ini adalah bagian dari upaya berkesinambungan Polda Sumsel untuk meningkatkan kualitas SDM melalui program pendidikan yang terstandar dan seleksi yang ketat. Personel yang unggul secara intelektual, berintegritas, dan prima secara fisik merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan pelayanan kepolisian yang profesional, modern, dan tepercaya," pungkasnya.
Baca juga: Prof. Dr. Febrian: Kejaksaan Bisa Dilibatkan Jika Sudah Masuk Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa
Baca juga: Respon Keluhan Warga, Bupati Muba Instruksikan Perbaikan Darurat Jalan Simpang Sari–Ulak Paceh