SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya di Jawa Timur (Jatim) kembali menggelar tradisi buka puasa bersama, sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim di gedung legislatif.
Tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun ini, bertujuan memperkuat soliditas sosial serta menjaga nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat Kota Pahlawan.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menegaskan bahwa kebersamaan seluruh anggota dewan sangat penting untuk meningkatkan silaturahmi dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Baca juga: DPRD Surabaya Tumbuhkan Kepedulian di Bulan Ramadan: Gelar Bukber dan Santunan Anak Yatim
DPRD Surabaya diharapkan tidak hanya menjadi lembaga publik, tetapi juga jembatan yang menghadirkan solusi konkret atas masalah sosial masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, anggota DPRD Surabaya Imam Syafii yang juga mengisi tausiah, menekankan pentingnya tiga amalan jariyah, ilmu bermanfaat dan doa anak saleh.
Ia menyoroti bahwa santunan anak yatim bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari komitmen menjaga masa depan generasi muda di Surabaya.
Berdasarkan data profil pendidikan daerah, akses pendidikan di kota besar seperti Surabaya sering terkendala oleh masalah zonasi dan pemutakhiran data kemiskinan (Masyarakat Berpenghasilan Rendah/MBR).
Tradisi santunan ini menjadi momentum bagi para legislator untuk menyerap aspirasi warga terkait kendala biaya sekolah, maupun penebusan ijazah yang kerap muncul di lapangan.
DPRD Surabaya secara konsisten mengalokasikan anggaran fungsi pengawasan, untuk memastikan program bantuan pendidikan seperti beasiswa Pemuda Tangguh tepat sasaran.
Bagi warga Surabaya yang mendapati tetangga atau kerabat mengalami kendala putus sekolah karena biaya atau administrasi, segera lapor ke kantor kecamatan terdekat atau menghubungi Command Center 112. Pastikan data kependudukan Anda selalu terbarukan dalam sistem, agar bantuan pendidikan dapat diproses dengan cepat.