TRIBUNJATIM.COM- Pemulihan pascabencana tidak hanya tentang memperbaiki rumah atau fasilitas yang rusak, tetapi juga memulihkan kondisi psikologis masyarakat serta memastikan kebutuhan dasar mereka kembali terpenuhi.
Hal inilah yang menjadi perhatian lembaga kemanusiaan Teman Baik dalam mendampingi warga penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Manager Program Teman Baik, Muhammad Pungky, mengatakan bahwa pendampingan kepada masyarakat dilakukan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar sekaligus aspek sosial masyarakat yang terdampak.
“Ketika bencana terjadi, yang sering terlihat adalah kerusakan fisik seperti rumah atau fasilitas umum. Namun ada dampak lain yang juga penting untuk diperhatikan, yaitu kondisi psikologis masyarakat serta kebutuhan dasar mereka. Karena itu kami berupaya menghadirkan berbagai program, mulai dari dukungan psikososial bagi anak-anak, penyediaan akses air bersih, hingga kegiatan kebersamaan selama Ramadan,” ujar Pungky, Selasa (10/3/2026).
Baca juga: Mitigasi Bencana Wisata Pantai Malang Selatan: Disparbud Siagakan Tim Rescue Jelang Libur Lebaran
Sejak Februari hingga memasuki bulan suci Ramadan 2025, Teman Baik menghadirkan sejumlah program kemanusiaan untuk membantu masyarakat melewati masa pemulihan secara bertahap. Program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga membangun kembali semangat dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah layanan dukungan psikososial bagi anak-anak penyintas banjir yang dilaksanakan pada 10–11 Februari 2025 di Desa Sungai Liput dan Desa Benua Raja. Dalam kegiatan ini, Teman Baik berkolaborasi bersama Komunitas Ruang Baca untuk menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif bagi anak-anak.
Melalui permainan kelompok, kegiatan belajar bersama, mewarnai, hingga dongeng inspiratif yang dibawakan relawan, anak-anak diajak kembali merasakan keceriaan setelah mengalami situasi bencana. Kegiatan ini menjadi ruang aman bagi mereka untuk menyalurkan emosi sekaligus mengurangi tekanan psikologis yang mungkin masih dirasakan.
Selain pemulihan psikologis, Teman Baik juga membantu memulihkan akses kebutuhan dasar masyarakat melalui pembangunan dua titik sumur bor di Desa Sungai Liput dan Desa Benua Raja. Fasilitas ini dibangun setelah sejumlah sumber air warga mengalami kerusakan akibat banjir.
Dengan hadirnya sumur bor tersebut, masyarakat kini kembali memiliki akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mencuci, dan mandi.
Ketersediaan air bersih ini juga membantu warga menjaga kebersihan diri serta menjalankan ibadah dengan lebih nyaman, terutama saat memasuki bulan Ramadan.
Memasuki Ramadan 2025, Teman Baik turut menghadirkan berbagai kegiatan kebersamaan sebagai bagian dari upaya memulihkan semangat masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan buka puasa dan sahur bersama warga di
Desa Baling Karang, Kecamatan Sekrak, yang digelar pada 28 Februari hingga 1 Maret 2025.
Dalam kegiatan tersebut, relawan Teman Baik mengajak anak-anak dan warga mengikuti beragam aktivitas seperti bermain, belajar bersama, serta mendengarkan dongeng inspiratif menjelang waktu berbuka. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama, salat tarawih berjamaah, pembagian perlengkapan ibadah, hingga sahur bersama masyarakat keesokan harinya.
Selain itu, Teman Baik juga menyalurkan hidangan berbuka puasa, susu untuk anak-anak, serta mushaf Al-Qur’an dan buku Iqra kepada masyarakat di Kota Lintang Bawah dan Kota Lintang Atas pada 5 Maret 2025. Bantuan mushaf Al-Qur’an menjadi sangat berarti bagi warga, mengingat banyak mushaf milik masyarakat yang rusak atau hanyut saat banjir melanda wilayah tersebut sebelumnya.
Pungky menambahkan, berbagai program yang dijalankan diharapkan dapat membantu masyarakat kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.
“Melalui berbagai kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat merasakan kembali semangat kebersamaan dan harapan untuk bangkit setelah bencana. Dukungan dari para relawan dan donatur menjadi sangat berarti bagi warga yang sedang berusaha menata kembali kehidupan mereka,” katanya.
Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari upaya Teman Baik untuk terus hadir mendampingi masyarakat yang masih berada dalam fase pemulihan pascabencana banjir.