BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perang AS-Israel vs Iran memang mengkhawatirkan berbagai pihak antara lain dunia usaha. Sebab, krisis Timur Tengah ini dampaknya bisa menaikan harga barang dan jasa.
Ketua Kadin Kalsel, Hj Shinta Laksmi Dewi mengatakan, ada beberapa kebutuhan yang diimpor antara lain BBM dan aspal, jika terjadi kenaikan harga maka berakibat inflasi dalam negeri.
"Tapi semoga tidak terjadi inflasi. Kondisi perdagangan luar negeri tidak terganggu demikian pula logistik, semoga baik-baik saja," katanya saat buka puasa bersama pengurus dan anggota Kadin Kalsel, Senin (9/3/2026).
Singapura dan Malaysia adalah pengekspor BBM terbesar ke Indonesia. Selain, Indonesia impor BBM dari Iran, Brazil, Nigeria dan AS.
"Semoga untuk kenaikan harga minyak dunia tidak terjadi berpengaruh. Begitu juga aspal, karena kita juga impor aspal dari Singapura, Cina dan Iran," katanya.
Hal lain di nilai tukar dolar AS terhadap Rupiah yang tinggi menuju Rp 17.000 juga menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan pengusaha.
Pelemahan rupiah ini berdampak langsung pada beban operasional dunia usaha dan memicu inflasi.
Beban dunia usaha akan semakin berat jika dolar terus bertahan atau menembus di atas Rp 17.000 per dolar AS, terutama bagi pelaku usaha yang tidak memiliki pendapatan dalam dolar (non-eksportir).
Mengenai buka puasa, Shinta menyatakan, kegiatan ini selain ajang silaturahmi juga sebagai sharing atas kegiatan selama Januari hingga Februari 2026.
Selain Kadin Kalsel, hadir pula beberapa pengurus Kadin Kabupaten/kota. Sebelumnya Kadin Kalsel juga menyerahkan donasi yatim piatu ke panti asuhan di Kuin, Banjarmasin. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)