SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON – Senator Amerika Serikat, Lindsey Graham, mendorong Arab Saudi untuk ikut serta dalam operasi militer bersama AS dan Israel terhadap Iran.
Pernyataan ini disampaikan Graham melalui platform media sosial X, seperti dikutip oleh The Hill.
“Sepengetahuan saya, Arab Saudi menolak untuk menggunakan militer mereka yang mumpuni sebagai bagian dari upaya untuk menggulingkan rezim Iran,” tulis Graham.
Ia menambahkan, “Mengapa AS harus membuat perjanjian pertahanan dengan negara yang tidak mau bergabung dalam pertempuran yang menguntungkan kedua belah pihak?”
Tahun lalu, pemerintahan Donald Trump menyetujui kesepakatan pertahanan dan keamanan senilai 142 miliar dolar AS dengan Arab Saudi.
Kesepakatan ini memungkinkan Arab Saudi membeli jet tempur F-35 canggih dari Lockheed Martin, yang secara tradisional hanya diberikan kepada sekutu dekat Amerika, sebagai imbalan atas investasi 600 miliar dolar AS di Washington.
Baca juga: Lingkaran Dalam Trump Mulai Khawatir Perang Iran, Harga Minyak Melonjak
Graham menekankan bahwa warga Amerika telah tewas dan AS telah menghabiskan miliaran dolar untuk menghadapi rezim Iran yang dianggap mengancam kawasan.
Ia menilai Arab Saudi hanya memberi bantuan terbatas dan tidak mau berpartisipasi langsung dalam operasi militer.
“Semoga negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk akan lebih terlibat karena perjuangan ini terjadi di wilayah mereka,” tambahnya.
Senator Carolina Selatan itu juga menyatakan keyakinannya bahwa runtuhnya rezim Iran akan membuka peluang baru di Timur Tengah dan potensi keuntungan besar bagi AS.
Graham menyoroti kedekatannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan sejumlah pejabat regional.
Ia bahkan melakukan beberapa kunjungan ke Timur Tengah dan bertemu anggota Mossad sebelum serangan terbaru AS ke Iran, untuk mendapatkan informasi yang menurutnya tidak akan dibocorkan oleh pemerintah sendiri.
Kini, Graham berupaya meyakinkan Arab Saudi agar menggunakan kekuatan militernya.
“Jika Anda tidak bersedia menggunakan militer sekarang, kapan Anda bersedia? Semoga ini segera berubah. Jika tidak, konsekuensi akan menyusul,” tegasnya.