Tampang Begal Payudara di Jalan Kutai Wonokromo Surabaya Terekam, Korban Perempuan Asal Malang
Dyan Rekohadi March 11, 2026 12:32 AM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Tindak pelecehan seksual di jalan berupa 'begal payudara' yang terjadi di kawasan Wonokromo Kota Surabaya menjadi viral seiring unggahan dari korban di akun media sosial dengan menunjukkan wajah terduga pelakunya.

Peristiwa begal payudara itu diketahui terjadi di kawasan Jalan Kutai, Darmo, Wonokromo, Surabaya pada Rabu (11/2/2026) malam. 

Kasus ini sudah dilaporkan ke  Polrestabes Surabaya dan polisi tengah memburu pelakunya.

Baca juga: Motif Pelaku Begal Payudara Mahasiswi di Karangpilang Surabaya, Langsung Berhasrat saat Korban Lewat

 

Tampang Pelaku Terekam Video


Peristiwa pelecehan di jalan itu dialami korban berinisial AS (24), perempuan asal Malang.

Saat kejadian, korban tengah berkendara dengan memboceng seorang temannya.

Korban kala itu langsung berusaha mengejar pelaku hingga berhasil merekam video tampang terduga pelaku.

Korban AS baru mengunggah video tersebut ke akun TikTok-nya, pada Sabtu (7/3/2026), hingga viral usai ditonton 105 ribu kali, jika dipantau pada Selasa (10/3/2026). 

Berdasarkan rekaman video korban, si terduga pelaku tampak mengendarai motor jenis 'bebek' diduga Motor Honda Supra X 125 berkode huruf S pada susunan nopol kendaraannya. 

Si terduga pelaku tampak memakai jaket sweater zipper warna abu-abu, bercelana panjang warna abu-abu, bertas ransel hitam, dan berhelm half face. 

Berdasarkan video amatir yang diunggah dalam akun TikTok pribadi milik Korban AS, tampak si terduga pelaku terjebak dalam sebuah antrean lampu merah persimpangan jalan.  

Kemudian, terdengar jeritan dan teriakan pihak korban serta temannya yang diikuti sumpah serapah ke arah si terduga pelaku yang berusaha menggeber kencang motornya untuk kabur. 

Jika melihat bangunan di sekian lokasi kejadian seperti dalam video amatir tersebut, si terduga pelaku tampak terjebak antrean kendaraan di kawasan Jalan Kutai. 

Lalu, pelaku berhasil kabur dan terus dikejar korban hingga menyusuri Jalan Hayam Wuruk. 

Sepanjang aksi pengejaran tersebut, pihak korban berusaha merekam momen itu diiringi dengan sumpah serapah. 

Ternyata, kasus tersebut sudah dilaporkannya ke Satuan Reserse Perlindungan Perempuan Anak dan Pencegahan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polrestabes Surabaya. 

Baca juga: Begal Payudara di Surabaya: Pemuda NTT Ditangkap Usai Minta Kakak Foto Aksinya

 

Kronologi Kejadian


Ceritanya, pada Rabu (11/2/2026) malam, korban AS membonceng seorang teman menuju ke sebuah kafe di kawasan Jalan Kutai, Darmo, Wonokromo, Surabaya. 

Setibanya di lokasi sekitar pukul 19.30 WIB, ternyata kafe tujuan mereka nongkrong tutup. 

Sehingga mereka memutuskan untuk mencari lokasi destinasi tongkrongan lain, melalui tayangan di medsos. 

Tatkala mereka masih menepi di pinggir jalan, tiba-tiba Korban AS yang masih berada di atas motor, didekati oleh pemotor pria misterius dari arah belakang. 

Ternyata, pemotor misterius itu sekonyong-konyong menjulurkan tangan lalu menyentuh bagian sensitif pada tubuhnya. 

"Temanku mau naik motor, orang itu maju ke depan, ke arahku, sambil pegang (bagian sensitif)," ujarnya dalam video vlog dari akun TikTok-nya, seperti yang dilihat SURYA.CO.ID, pada Selasa (10/3/2026) malam. 

Tak terima dilecehkan, Korban AS lantas menggeber kencang motornya mengejar si terduga pelaku. 

Ia mengaku sempat membuntuti si terduga pelaku hingga kawasan jalanan sekitar Kebun Binatang Surabaya (KBS). 

Bahkan, sempat kehilangan jejak sosok pemotor tersebut.

Namun, pelarian si terduga pelaku terpantau kembali saat sedang terjebak di antrean kendaraan menunggu lampu merah persimpangan empat . 

Lokasi tersebut berada di sebuah perempatan penghubung antara Jalan Kutai, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Adityawarman. 

Korban AS berhasil mengidentifikasi sosok pemotor tersebut karena melihat gerak-gerik si terduga pelaku yang tampak panik. 

Karena selama berada di tengah antrean kendaraan tersebut, si terduga pelaku tampak berusaha menoleh ke belakang seperti hendak memastikan korban tidak mengejarnya. 

"Sampai lampu merah, sebenarnya kami enggak ketemu pelakunya. Berhubung pelakunya melihat ke belakang, melihat kondisi, kelihatan kalau itu orangnya, akhirnya ada trotoar kecil di kiri jalan, saya terobos, itu posisinya temanku sudah nge-video juga. Orang itu kelihatan mukanya, dan untungnya orangnya enggak pakai masker," ungkapnya. 

Baca juga: VIRAL Begal Payudara Dikejar Korbannya di Karangpilang Surabaya, Disergap Warga

 

Trauma Korban

Akibat kejadian tersebut, Korban AS mengakui, dirinya masih merasakan trauma. 

Bahkan dirinya masih merasa takut berkendara motor sendirian. Apalagi saat disalip oleh pengendara lain. 

"Masih trauma ketika dijalan sendiri dan bersampingan sama cowok atau ketika ada cowok yang nyalip gitu masih takut kalau tiba-tiba orangnya begal atau melakukan tindakan yang lain," ujarnya Korban AS saat dihubungi surya.co.id, pada Selasa (10/3/2026). 

Insiden tersebut sudah dilaporkannya ke Mapolrestabes Surabaya pada malam itu juga.

Laporan tersebut kini masih diselidiki. Tapi belum ada informasi terbaru mengenai penangkapan sosok si terduga pelaku. 

"Masih proses penyelidikan dan belum tertangkap dikarenakan motor yang digunakan pelaku bukan milik asli pelaku. Semoga segera ketangkap agar tidak ada korban lagi," pungkasnya. 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.