Wasit Indonesia Dipukul dan Ditendang, Ogawa: Kami Juga Manusia!
Askar Fatih Robbani March 11, 2026 12:33 AM

ASKAR FATIH/BOLASPORT.COM
Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menyayangkan setiap insiden kekerasan yang terjadi terhadap wasit di Liga Indonesia

BOLASPORT.COM - Sepanjang musim kompetisi 2025-2026, insiden kekerasan terhadap wasit kerap terjadi baik di kompetisi Super League maupun Championship.

Hal itu dipicu oleh ketidakpuasan segenap oknum terhadap keputusan wasit di lapangan.

Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, mengutuk keras setiap insiden kekerasan yang ditujukan kepada wasit di Liga Indonesia dan menegaskan bahwa wasit juga manusia yang tak luput dari kesalahan.

"Wasit juga manusia yang tak lepas dari kesalahan," tegas Ogawa dalam acara workshop perwasitan bersama media yang digelar di GBK Arena, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

"Kita perlu melindungi sepakbola di Indonesia, artinya wasit selalu di bawah PSSI, kami yang menunjuk, dan terkadang, sayangnya, mereka membuat masalah atau kesalahan."

"Tapi di dunia, ini juga tidak hanya di Indonesia, namun poin penting pertama adalah keselamatan, tidak hanya sepakbola, bidang lainnya juga, keselamatan adalah masalah terpenting dalam hidup kita."

"Jika kita tidak bisa menjamin keselamatan wasit, bagaimana kita menunjuk wasit? Kemudian, jika wasit selalu di bawah tekanan, bagaimana kita berharap mereka memberikan keputusan yang tepat atau sesuai harapan? Artinya kita harus melindungi wasit kita," tegas wasit asal Jepang itu.

Insiden kekerasan terbaru terjadi pada pertandingan Super League antara Malut United melawan PSM Makassar yang berlangsung pada Sabtu (7/3/2026).

Pada laga itu, wasit Thoriq Alkatiri menjadi sasaran kekerasan setelah menganulir gol David da Silva karena dinilai terdapat pelanggaran sebelum gol tersebut terjadi.

Usai peluit panjang dibunyikan, Thoriq Alkatiri bersama dua asisten wasit berusaha menuju lorong stadion namun langsung dihadang oleh ofisial dan suporter Malut United yang tidak terima dengan keputusannya.

Ofisial Malut United sempat menyampaikan protes keras, namun situasi memburuk ketika salah satu oknum suporter mengambil kesempatan untuk memukul Thoriq dengan sebuah kain.

Wasit berusia 37 tahun itu sempat terhuyung akibat pukulan yang diterimanya, namun steward yang mengawalnya segera membantunya tetap berdiri agar bisa cepat meninggalkan stadion.

Yoshimi Ogawa sangat menyayangkan peristiwa memilukan tersebut, mengingat Komite Wasit PSSI terus berupaya meningkatkan kualitas wasit.

Berdasarkan data yang dipaparkan Ogawa, keputusan tepat yang dibuat para wasit di Super League maupun Championship sebenarnya sudah menunjukkan peningkatan signifikan.

Meski demikian, pihak Komite Wasit dan Departemen Wasit PSSI tetap melakukan evaluasi berkelanjutan untuk membenahi tugas-tugas yang belum dijalankan dengan baik oleh para wasit.

Rekan Yoshimi Ogawa, Pratap Singh yang menjabat sebagai Ketua Departemen Wasit PSSI, menekankan bahwa perbaikan kualitas wasit di Indonesia yang utama adalah pada aspek fisik wasit.

"Wasit yang baik adalah dia yang terus berlari mengikuti setiap momen di pertandingan," ujar Singh.

"Jika wasit terlambat dalam melihat suatu insiden di lapangan, keputusan yang dibuat akan cenderung tidak tepat."

Singh menekankan bahwa kondisi fisik wasit seharusnya menyamai fisik para pemain profesional agar dapat mengikuti dinamika pertandingan dengan baik dan menghasilkan keputusan yang lebih akurat.

Yoshimi Ogawa sendiri tidak menutup mata terhadap berbagai kritik dan akan terus menjalankan tugasnya untuk membenahi kualitas wasit di Indonesia melalui program pembinaan berkelanjutan.

Ia juga mengakui bahwa meskipun keputusan yang dibuat wasit seringkali sudah tepat berdasarkan data yang ada, namun tetap tidak bisa memuaskan semua pihak yang terlibat dalam pertandingan.

PSSI melalui Komite Wasit dan Departemen berkomitmen untuk terus meningkatkan standar perwasitan di Indonesia, salah satunya melalui pengembangan REFER.

REFER merupakan platform digital yang mengintegrasikan evaluasi, administrasi penugasan, dan edukasi guna memodernisasi manajemen perwasitan.

Kehadiran sistem ini diproyeksikan mampu meningkatkan akuntabilitas serta memperkuat standar profesionalisme dalam penunjukan wasit di lapangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.