Manfaat Berpuasa untuk Menjaga Kolesterol dan Kadar Gula Darah
Muhammad Fatoni March 11, 2026 05:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM - Menjalankan ibadah puasa bukan sekadar kewajiban spiritual, tetapi juga momen 'detoksifikasi' alami bagi tubuh. 

Banyak penelitian menunjukkan bahwa pola makan teratur selama berpuasa memiliki dampak signifikan terhadap profil lemak darah dan sensitivitas insulin.

Puasa Menjaga Kadar Kolesterol dan Gula Darah Tetap Stabil

1. Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat (LDL)

Puasa membantu memperbaiki profil lipid atau lemak dalam darah. 

Saat kita berpuasa selama 12–14 jam, tubuh mengalami perubahan metabolisme yang positif:

  • ​Penurunan LDL dan Trigliserida: Selama berpuasa, tubuh beralih menggunakan cadangan lemak sebagai energi. Proses ini membantu menurunkan kadar Low-Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat.
  • Peningkatan HDL: Menariknya, puasa yang dilakukan dengan pola makan sehat saat berbuka dapat meningkatkan High-Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik yang berfungsi melindungi jantung.

Baca juga: Resep Ayam Rebus Saus Jahe, Ide Menu Sahur Praktis dan Bergizi

​2. Menstabilkan Kadar Gula Darah

​Bagi penderita prediabetes atau mereka yang ingin mencegah diabetes tipe 2, puasa adalah metode alami yang sangat efektif untuk mengontrol glukosa.

  • ​Meningkatkan Sensitivitas Insulin: Puasa memberikan waktu istirahat bagi pankreas. Dengan berkurangnya asupan gula secara terus-menerus, sel-sel tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin, sehingga penyerapan gula darah menjadi lebih efisien.
  • Mencegah Lonjakan Glukosa: Pola makan yang hanya dilakukan saat sahur dan berbuka membantu tubuh mengatur ritme pengeluaran insulin secara lebih teratur dibandingkan saat kita terus-menerus 'ngemil' di siang hari.

​3. Penurunan Berat Badan dan Peradangan

Kelebihan berat badan adalah faktor risiko utama kolesterol tinggi dan resistensi insulin. 

Puasa membantu menciptakan defisit kalori secara alami. 

Selain itu, puasa juga menurunkan penanda inflamasi (peradangan) dalam tubuh yang sering menjadi pemicu kerusakan pembuluh darah. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.