Harga BBM Nonsubsidi di Sulawesi Utara, Berikut Rinciannya
Glendi Manengal March 11, 2026 06:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID – Berikut info terbaru harga BBM jenis nonsubsidi untuk Maret 2026.

Sebelumnya Harga BBM nonsubsidi di SPBU seluruh Indonesia mengalami kenaikan.

Untuk wilayah Sulawesi Utara, harga BBM terbaru per 1 Maret 2026 jenis BBM Pertamax alami kenaikan Rp 500, Pertamax Turbo naik Rp 350, Dexlite naik Rp 700 dan Pertamina Dex juga naik Rp 1.000.

Berikut ini rincinannya sebagai berikut:

·⁠  Pertamax (RON 92): Rp 12.600 (dari Rp 12.100)

·⁠  Pertamax Turbo (RON 98): Rp 13.350 (dari Rp 13.000)

·⁠  Dexlite (CN 51): Rp 14.500 (dari Rp 13.800)

·⁠  Pertamina Dex (CN 53): Rp 14.800 (dari Rp 13.800)

Sementara itu untuk harga BBM subsidi tak berubah. Pertalite dibanderol Rp 10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp 6.800 per liter.

Daftar harga BBM Maret 2026 di SPBU se-Indonesia

Berdasarkan pengumuman resmi PT Pertamina (Persero), penyesuaian harga BBM Pertamina mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245 Tahun 2022 mengenai evaluasi harga BBM yang dilakukan secara berkala.

Dilansir dari informasi resmi PT Pertamina Patra Niaga, berikut daftar harga BBM Maret 2026 di seluruh Indonesia:

Sumatera

Aceh dan Sumatera Utara

·⁠  Pertamax: Rp 12.600

·⁠  Pertamax Turbo: Rp 13.350

·⁠  Dexlite: Rp 14.500

·⁠  Pertamina Dex: Rp 14.800

Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung

·⁠  Pertamax: Rp 12.600

·⁠  Pertamax Turbo: Rp 13.350

·⁠  Dexlite: Rp 14.500

·⁠  Pertamina Dex: Rp 14.800

Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau

·⁠  Pertamax: Rp 12.900

·⁠  Pertamax Turbo: Rp 13.650

·⁠  Dexlite: Rp 14.800

·⁠  Pertamina Dex: 15.100

FTZ Sabang

·⁠  Pertamax: Rp 11.550

·⁠  Dexlite: Rp 13.250

FTZ Batam

·⁠  Pertamax: Rp 11.750

·⁠  Pertamax Turbo: Rp 12.400

·⁠  Dexlite: Rp 13.450

·⁠  Pertamina Dex: Rp 13.800

Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara

DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur

·⁠  Pertamax: Rp 12.300

·⁠  Pertamax Turbo: Rp 13.100

·⁠  Pertamax Green 95: Rp 12.900

·⁠  Dexlite: Rp 14.200

·⁠  Pertamina Dex: Rp 14.500

Bali dan Nusa Tenggara Barat

·⁠  Pertamax: Rp 12.300

·⁠  Pertamax Turbo: Rp 13.100

·⁠  Dexlite: Rp 14.200

·⁠  Pertamina Dex: Rp 14.500

Nusa Tenggara Timur

·⁠  Pertamax: Rp 12.600

·⁠  Pertamax Turbo: Rp 13.350

·⁠  Dexlite: Rp 14.500

·⁠  Pertamina Dex: Rp 14.800

Kalimantan

Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur

·⁠  Pertamax: Rp 12.600

·⁠  Pertamax Turbo: Rp 13.350

·⁠  Dexlite: Rp 14.500

·⁠  Pertamina Dex: Rp 14.800

Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara

·⁠  Pertamax: Rp 12.900

·⁠  Pertamax Turbo: Rp 13.650

·⁠  Dexlite: Rp 14.800

·⁠  Pertamina Dex: Rp 15.100

Sulawesi

Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat

·⁠  Pertamax: Rp 12.600

·⁠  Pertamax Turbo: Rp 13.350

·⁠  Dexlite: Rp 14.500

·⁠  Pertamina Dex: Rp 14.800

Maluku dan Papua

Maluku dan Maluku Utara

·⁠  Pertamax: Rp 12.600

·⁠  Dexlite: Rp 14.500

Papua

·⁠  Pertamax: Rp 12.600

·⁠  Dexlite: Rp 14.500

·⁠  Pertamax Turbo: Rp 14.800

Papua Barat dan Papua Barat Daya

·⁠  Pertamax: Rp 12.600

·⁠  Dexlite: Rp 14.500

·⁠  Pertamina Dex: Rp 14.800

Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan

·⁠  Pertamax: Rp 12.600

·⁠  Dexlite: Rp 14.500

Itulah daftar harga BBM 1 Maret 2026 di seluruh Indonesia. Untuk memantau update harga BBM nonsubsidi terbaru secara berkala, Anda dapat mengecek melalui situs resmi Pertamina atau aplikasi MyPertamina.

Baca juga: Ini 2 Tersangka yang Ditahan Kejari Sitaro Terkait Kasus Korupsi RKB SMA Negeri 1 Siau Timur Sulut

Dua Kapal Pertamina Lolos Dari Konflik

PT Pertamina International Shipping (PIS) mengungkapkan dua kapal milik perusahaan berhasil keluar dari wilayah konflik di Timur Tengah.

Keduanya yakni kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita mengatakan, terdapat empat unit kapal milik perusahaan yang beroperasi di kawasan Timur Tengah.

Kapal PIS Rinjani dan PIS Paragon telah keluar dari zona konflik.

Sebelumnya, pada awal perang mencuat di Timur Tengah, kapal PIS Rinjani sedang berlabuh di Khor Fakkan - UAE, sedangkan Kapal PIS Paragon sedang discharge di Oman.

 

"Dari empat unit kapal milik PIS, dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).

Sementara dua unit kapal lainnya masih beroperasi di kawasan Timur Tengah, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Keduanya sedang berada di Teluk Arab.

"Kapal-kapal ini sedang menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz. Keduanya dalam kondisi aman," kata dia.

Adapun Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party).

Sedangkan, VLCC Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Kendati dua kapal masih tertahan, namun seiring dua kapal telah keluar dari daerah konflik, Vega memastikan, rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, baik di perairan internasional maupun perairan Indonesia.

"Rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, yang didukung setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group lainnya," ucapnya.

Dia menambahkan, Pertamina Group telah berkoordinasi dengan pemerintah dalam menerapkan metode reguler, alternative, dan emergency untuk menentukan rantai pasok yang paling efektif dan aman guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat serta memastikan distribusi berjalan lancar.

Selain itu, PIS terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam secara real-time terhadap seluruh posisi armada, kru, dan pekerja.

"Kami juga menjalin koordinasi erat dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat guna memastikan keamanan serta keselamatan seluruh kru kapal dan muatan yang dibawa," tutup Vega.

(Kompas)

___

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.