Jasamarga Rangkum Sejumlah Titik Rawan Macet Bagi Pemudik, Berikut Lokasinya
Joseph Wesly March 11, 2026 10:50 AM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI TIMUR- PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) merangkum sejumlah tititk rawan kemacetan di ruas Tol Trans Jawa selama periode arus mudik dan balik lebaran tahun 2026.

Vice President Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, meminta para pemudik untuk mewaspadai sejumlah titik rawan kemacetan tersebut.

Titik rawan itu dirangkum berdasarkan lokasi simpul kepadatan kendaraan.

Hal itu karena lokasi tersebut menjadi pertemuan arus lalu lintas maupun tempat favorit pengguna jalan untuk beristirahat.

"Titik yang berpotensi mengalami kepadatan tinggi, di antaranya di kawasan KM 48 Tol Jakarta–Cikampek, Rest Area KM 57A, Rest Area KM 52B, dan Rest Area KM 62B yang dikenal sebagai rest area favorit pemudik," kata Ria saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).

Ria menjelaskan, titik KM 48 menjadi satu dari sekian lokasi penting, hal itu karena merupakan titik pertemuan arus kendaraan yang kerap menjadi parameter bagi kepolisian untuk menerapkan rekayasa lalu lintas.

Kepolisian dapat menentukan apakah perlu dilakukan rekayasa lalu lintas seperti contraflow atau one way.

Lalu sejumlah rest area di ruas Tol Jakarta–Cikampek juga diprediksi mengalami lonjakan pengunjung.

Rest Area KM 57A, misalnya, tempat ini rupanya menjadi favorit bagi pemudik karena lokasinya yang relatif dekat dari akses keluar wilayah Jakarta.

“Rest area seperti KM 57A, KM 52B, dan KM 62B biasanya menjadi titik favorit pemudik untuk beristirahat. Karena itu kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, untuk mengantisipasi kepadatan melalui skema buka-tutup rest area jika diperlukan,” jelasnya.

Ria menuturkan, guna mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode mudik, pihaknya telah menyiapkan beragam dukungan operasional di lapangan, termasuk penambahan armada layanan jalan tol seperti derek dan kendaraan patroli.

Sebagai contoh, wilayah Jakarta–Cikampek, Jasa Marga menambah hingga 15 unit kendaraan layanan, sehingga total armada yang disiagakan mencapai 29 unit. 

Sementara pada ruas Jakarta–Cikampek Elevated, disiapkan delapan unit kendaraan layanan, dan di ruas Palimanan–Kanci disiagakan lima unit kendaraan layanan.

Selain armada, Jasa Marga juga menambah personel operasional yang disiagakan selama 24 jam guna membantu pengguna jalan.

Kemudian untuk di ruas Jakarta–Cikampek disiapkan 181 personel, di ruas Jakarta–Cikampek Elevated sekitar 24 personel, serta 30 personel di ruas Palimanan–Kanci.

“Personel on call ini akan selalu siaga selama 24 jam untuk memberikan bantuan kepada pengguna jalan, terutama saat terjadi kepadatan atau kondisi darurat selama periode mudik Lebaran,” tuturnya.

Tak hanya itu, Ria menyampaikan Jasa Marga juga menyiapkan beragam fasilitas tambahan guna mendukung kelancaran perjalanan pemudik.

Diantaranya seperti layanan top up uang elektronik, penyediaan kartu e-toll, hingga petugas layanan transaksi yang melakukan sistem 'Jemput Bola' di gerbang tol guna mengantisipasi antrean kendaraan.

Guna mengurai kepadatan kendaraan di jalan tol, pihaknya juga berkoordinasi intensif dengan kepolisian mengenai potensi penerapan rekayasa lalu lintas.

"Rekaya yang dimaksud seperti contraflow maupun one way, dan akan diterapkan secara situasional berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan," pungkasnya. (M37)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.