TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kisah perjuangan penyanyi Vidi Aldiano dalam menghadapi penyakit kanker ginjal selama tujuh tahun terakhir akhirnya diungkapkan secara mendalam oleh sang ayah, Harry Kiss.
Di balik senyum dan pembawaannya yang selalu tampak bahagia di depan publik, Vidi ternyata menyimpan kekuatan besar sebagai seorang pejuang kesehatan yang pantang menyerah hingga akhir hayatnya.
Harry Kiss menceritakan bahwa putranya adalah sosok yang sangat teguh.
Menurutnya, ketangguhan Vidi dalam menghadapi penyakit tersebut bahkan melampaui batas kemampuan orang-orang di sekitarnya.
"Vidi pejuang sekali dan sangat kuat. Kalau kita-kita sudah menyerah dari awal," ujar Harry Kiss mengenang kegigihan sang anak.
Meskipun harus menjalani serangkaian pengobatan dan perjuangan melawan sel kanker dalam durasi waktu yang panjang, Vidi Aldiano dikenal tetap mempertahankan karakter aslinya yang penuh kegembiraan.
Harry menyebutkan bahwa penyakit berat tidak melunturkan sifat positif yang dimiliki Vidi Aldiano.
"Dia ceria dan pantang menyerah," tambahnya.
Prosesi pemakaman Vidi Aldiano yang berlangsung kemarin juga meninggalkan kesan tersendiri bagi keluarga.
Meski hujan turun membasahi bumi saat jenazah dihantarkan ke peristirahatan terakhir, Harry melihat fenomena tersebut sebagai simbol simpati dari alam.
"Alhamdulillah itu, sepertinya alam pun menangis, ikut menangis," tutur Harry.
Kepergian Vidi Aldiano tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga dinilai membawa pesan yang bermakna bagi masyarakat luas.
Harry meyakini bahwa cara Vidi menjalani hari-harinya di tengah sakit telah menjadi sumber pelajaran berharga bagi banyak orang.
Kisah hidup Vidi dianggap memberikan perspektif baru tentang bagaimana tetap berbuat baik dan memberikan dampak positif meski dalam kondisi sulit.
"Saya kira bisa saya sampaikan bahwa kematian Vidi ini menginspirasi banyak orang," kata Harry Kiss.
Baca juga: Momen Haru Sahabat Artis Hibur Sheila Dara, Tetap Setia Mendampingi Usai Kepergian Vidi Aldiano
Ia menambahkan bahwa inspirasi tersebut lahir dari konsistensi Vidi dalam menebar kebaikan semasa hidupnya, yang kemudian menjadi memori kolektif bagi semua orang yang mengenalnya.
"Menginspirasi orang untuk berbuat baik karena meninggal dengan meninggalkan sesuatu yang dikenang sebagai sesuatu yang sangat baik," sambungnya.
Sebagai orang tua, Harry mengaku selalu memanjatkan doa terbaik demi kesembuhan sang putra selama masa pengobatan.
Ia terus memohon agar Vidi diberikan kesehatan dan usia yang panjang.
"Saya selama mendoakan Vidi waktu dia sakit itu 'Tuhan, Vidi harus sehat dan panjang umur'. Dan ternyata Tuhan mengijabah atau mengabulkan doa saya," ungkap Harry.
Namun, Harry menyadari bahwa jawaban atas doanya tersebut datang melalui sudut pandang yang berbeda.
Meskipun Vidi Aldiano telah berpulang, Harry melihat bahwa nama besar dan warisan kebaikan sang anak akan tetap hidup di hati masyarakat.
Dalam artian tertentu, selama orang-orang masih mengenang dan menyebut nama Vidi dengan segala kebaikannya, maka Vidi akan tetap memiliki "umur yang panjang" dalam ingatan publik.
"Vidi diberikan panjang umur artinya namanya terus dikenang orang ya namanya terus disebut orang dan ini mungkin sampai akhir peradaban insya Allah orang masih mengenal Vidi, mengenang Vidi dengan kebaikan-kebaikannya," pungkas Harry Kiss.