- Amerika Serikat (AS) dilanda kekhawatiran seusai kehilangan enam bom atom nuklirnya di dasar laut.
AS khawatir bom nuklir itu akan ditemukan Iran dan bisa membahayakan konflik yang saat ini berlangsung di Timur Tengah.
Dikutip dari Express.co.uk, Rabu (11/3/2026), kecemasan kembali meningkat di AS atas insiden lama yang membuat bom nuklir AS dilaporkan hilang di dasar laut.
AS menyebut, jika mereka tidak bisa menemukan bom mereka yang hilang dalam insiden 'Broken Arrow', maka musuh juga tak bisa menemukannya.
Dari laporan, diperkirakan ada enam bom nuklir yang tak pernah ditemukan setelah sejumlah kecelakaan militer di masa lalu.
Hilangnya bom nuklir AS dikenal dengan istilah militer AS sebagai “Broken Arrow”.
Penyebutan ini semacam kode untuk setiap kecelakaan yang melibatkan senjata nuklir yang hilang, rusak, atau tidak terkendali, yang terjadi secara tidak sengaja di luar operasi perang aktif.
Insiden Broken Arrow termasuk beberapa kecelakaan pada era Perang Dingin, di mana bom nuklir atau komponen inti senjata pernah hilang di laut atau tanah dan hingga kini belum pernah dipulihkan.
Misalnya, sebuah pesawat Angkatan Laut AS pernah tergelincir dari dek kapal induk di Laut Filipina bersama sebuah bom nuklir yang kemudian tak pernah ditemukan.
Kasus‑kasus seperti ini menunjukkan bahwa senjata nuklir yang tidak kembali ke pangkuan militer sama sekali dapat tetap berada di bawah laut atau di lokasi terpencil.
Meskipun tidak aktif, tetapi senjata ini memiliki potensi bahaya radiologis atau sebagai sumber bahan yang bisa dimanfaatkan jika ditemukan oleh pihak musuh.