Asphija Fokus Bantu Wujudkan Jakarta Jadi Kota Global, Siap Bersaing dengan Singapura hingga Bangkok
Satrio Sarwo Trengginas March 11, 2026 03:08 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) Kukuh Prabowo menyatakan pihaknya siap membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mewujudkan ibu kota sebagai kota global yang mampu bersaing dengan kota-kota besar di Asia Tenggara.

Hal itu disampaikan Kukuh usai resmi dilantik sebagai Ketua Asphija periode 2026-2029 di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (10/3/2026).

Menurut Kukuh, industri hiburan memiliki peran penting dalam mendukung daya tarik Jakarta sebagai destinasi global, terutama dalam sektor pariwisata dan gaya hidup perkotaan.

"Rencana besar kita, kita mau membantu pemerintah DKI Jakarta untuk membuat Jakarta menjadi destinasi global, bersaing dengan Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok. Karena hari ini kita masih tertinggal dari negara-negara tetangga," kata Kukuh, dikutip Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, Asphija merupakan wadah bagi para pengusaha hiburan di Jakarta yang selama ini sering menghadapi persoalan serupa, khususnya terkait regulasi yang berdampak pada operasional usaha.

Karena itu, ke depan Asphija ingin dilibatkan dalam perumusan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan industri hiburan agar aturan yang dibuat tetap selaras dengan kebutuhan dunia usaha.

"Kenapa selalu dirugikan? Karena selama ini kami tidak pernah dilibatkan dalam perumusan aturan yang ada," ujar Kukuh.

Selain itu, Kukuh menyadari sejumlah aturan seperti Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Gubernur (Pergub) kerap dinilai kurang selaras dengan kondisi industri hiburan di lapangan.

Ia menegaskan pihaknya tetap mendukung adanya regulasi, namun berharap pelaku usaha dapat diajak berdiskusi agar kebijakan yang dibuat tetap memberikan ruang bagi perkembangan industri hiburan di Jakarta.

"Biar yang namanya kebijakan ini kan pasti tujuannya kebaikan. Kita juga bukan orang yang tidak bisa diatur, tapi kita ingin memberikan gambaran dampaknya terhadap hiburan di Jakarta," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan Asphija, Gea Hermansyah mengatakan asosiasi tersebut dibentuk untuk memperkuat posisi pelaku usaha hiburan dalam menghadapi berbagai persoalan industri yang tidak bisa diselesaikan secara individual.

Menurut Gea, sejak berdiri Asphija telah melalui berbagai dinamika, mulai dari negosiasi tarif royalti hingga dampak pandemi Covid-19 yang sempat membuat sektor hiburan tutup selama dua tahun.

Ia berharap kepengurusan baru dapat memperkuat koordinasi dengan pemerintah serta berbagai asosiasi pariwisata lain agar industri hiburan dapat kembali berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan sektor wisata Jakarta.

"Kita semua menyadari bahwa banyak persoalan industri hiburan yang tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Karena itu kebersamaan dalam asosiasi ini menjadi sangat penting," pungkas Gea.

Berita terkait

  • Baca juga: DPRD DKI Dukung Potensi Pengusaha Lokal Sebagai Penggerak Ekonomi
  • Baca juga: Chico Hakim Jelaskan Kaitan Kota Global Jakarta dengan Konflik Militer di Timur Tengah
  • Baca juga: Usai Longsor Bantargebang, Pemprov DKI Mulai Operasikan RDF Rorotan untuk Olah Sampah Jakarta

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.