WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) merangkum sejumlah tititk rawan kemacetan di ruas Tol Trans Jawa selama periode arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026.
Vice President Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, meminta para pemudik untuk mewaspadai sejumlah titik rawan kemacetan tersebut.
Titik rawan itu dirangkum berdasarkan lokasi simpul kepadatan kendaraan.
Hal itu karena lokasi tersebut menjadi pertemuan arus lalu lintas maupun tempat favorit pengguna jalan untuk beristirahat.
Baca juga: Jasamarga Berlakukan Diskon Tarif Tol 30 Persen saat Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
Titik yang berpotensi mengalami kepadatan tinggi, di antaranya di KM 48 Tol Jakarta–Cikampek, Rest Area KM 57A, Rest Area KM 52B, dan Rest Area KM 62B.
"Titik-titik rawan kemacetan itu dikenal sebagai rest area favorit pemudik," kata Ria, Rabu (11/3/2026).
Titik KM 48 menjadi satu dari sekian lokasi penting, hal itu karena merupakan titik pertemuan arus kendaraan yang kerap menjadi parameter bagi kepolisian untuk menerapkan rekayasa lalu lintas.
Di titik itu kepolisian dapat menentukan apakah perlu dilakukan rekayasa lalu lintas seperti contraflow atau one way.
Baca juga: Prabowo Gelar 5 Rapat di Hambalang dari Siang sampai Malam, Bahas Persiapan Mudik Lebaran
Sejumlah rest area di ruas Tol Jakarta–Cikampek juga diprediksi mengalami lonjakan pengunjung.
Rest Area KM 57A, misalnya, tempat ini rupanya menjadi favorit bagi pemudik karena lokasinya yang relatif dekat dari akses keluar wilayah Jakarta.
Rest area seperti KM 57A, KM 52B, dan KM 62B biasanya menjadi titik favorit pemudik untuk beristirahat.
"Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, untuk mengantisipasi kepadatan melalui skema buka-tutup rest area jika diperlukan," ucapnya.
Baca juga: Pemprov DKI Gelar Mudik Gratis 2026, 30.774 Pemudik Terverifikasi Siap Berangkat
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode mudik, Jasamarga menyiapkan beragam dukungan operasional di lapangan, termasuk penambahan armada layanan jalan tol seperti derek dan kendaraan patroli.
Wilayah Jakarta–Cikampek, Jasa Marga menambah hingga 15 unit kendaraan layanan, sehingga total armada yang disiagakan mencapai 29 unit.
Sementara pada ruas Jakarta–Cikampek Elevated, disiapkan delapan unit kendaraan layanan, dan di ruas Palimanan–Kanci disiagakan lima unit kendaraan layanan.
Selain armada, Jasa Marga juga menambah personel operasional yang disiagakan selama 24 jam untuk membantu pengguna jalan.
Baca juga: Mudik Lebaran 2026, Peserta JKN Tetap Bisa Akses Layanan Kesehatan di Luar Domisili
Di ruas Jakarta–Cikampek disiapkan 181 personel, di ruas Jakarta–Cikampek Elevated sekitar 24 personel, serta 30 personel di ruas Palimanan–Kanci.
“Personel on call ini selalu siaga selama 24 jam untuk memberikan bantuan ke pengguna jalan, terutama saat terjadi kepadatan atau kondisi darurat selama periode mudik Lebaran," katanya.
Jasa Marga juga menyiapkan beragam fasilitas tambahan guna mendukung kelancaran perjalanan pemudik.
Diantaranya seperti layanan top up uang elektronik, penyediaan kartu e-toll, hingga petugas layanan transaksi yang melakukan sistem 'Jemput Bola' di gerbang tol guna mengantisipasi antrean kendaraan.
Baca juga: Puncak Arus Mudik di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi 16–18 Maret 2026
Untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalan tol, Jasamarga juga berkoordinasi dengan kepolisian mengenai potensi penerapan rekayasa lalu lintas.
Rekayasa yang dimaksud seperti contraflow maupun one way, dan akan diterapkan secara situasional berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan. (m37)