TRIBUNTRENDS.COM - Sosok Ahmad Sahroni kembali mengisi kursi pimpinan Komisi III DPR RI dengan gaya yang berbeda. Pasca masa nonaktif yang cukup panjang, Crazy Rich Priok ini membawa sebuah janji besar, ia tidak akan mengambil sepeser pun gajinya sebagai wakil rakyat hingga periode 2024-2029 berakhir.
Langkah ini diambil Sahroni sebagai bentuk tanggung jawab moral dan upaya memperbaiki citra pribadinya di mata publik. Seluruh gaji dan tunjangan yang menjadi haknya akan langsung dialihkan ke yayasan penggalangan dana, Kitabisa.
Sahroni menegaskan bahwa pemilihan platform Kitabisa bertujuan agar penyaluran dana tersebut bisa dipantau secara terbuka oleh siapa saja. Ia ingin menghindari kesan sumbangan tertutup yang sering kali tidak diketahui efektivitasnya.
“Gebrakannya mungkin gaji dan tunjangan gua sebagai anggota DPR mau gua serahkan ke yayasan Kitabisa agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya membantu mereka-mereka yang butuh. Tapi kan apa... Karena ini sifatnya transparan, yayasan yang terbuka, kita serahkan itu kepada Kitabisa. Biar lebih enak,” ujar Sahroni di Gedung DPR, Senayan, Selasa (10/3/2026).
Mekanismenya pun dibuat otomatis. Sahroni mengaku telah berkoordinasi dengan Sekretariat Jenderal DPR agar dana yang masuk ke rekeningnya langsung dipotong secara berkala.
“Jadi ntar kan Kesekjenan kirim ke kita rekening pribadi tuh, nanti gua minta bikin auto-debet langsung ke rekening Kitabisa. Nanti gua kirim ke Bank Mandiri minta langsung dikirim ke Kitabisa sejumlah yang diterima. Gitu,” lanjutnya.
Baca juga: Kekayaan Rp 328 Miliar, Ahmad Sahroni Putuskan Tak Ambil Gaji DPR Hingga 2029: Ada yang Lebih Butuh
Politikus Partai NasDem ini sadar betul bahwa posisinya sempat menjadi sorotan tajam. Dengan latar belakang sebagai pengusaha sukses, ia ingin membuktikan bahwa niatnya kembali ke parlemen murni untuk pengabdian, bukan mencari materi dari pajak masyarakat.
“Ya harapannya bisa membantulah. Karena kan kemarin tuh orang menganggap gue nih kan dianggap mengambil uang rakyat, mengambil lo terima uang dari pajak gitu kan. Ya selama ini yang kita nggak pernah tahu gajinya berapa. Nah itu menjelaskan bahwa bukan maksud yang lain tapi kita pengen secara pribadi gue, karena gue sebagai businessman juga, ya itu gua kasihlah kepada mereka yang membutuhkan melalui yayasan Kitabisa. sifatnya kemanusiaa,” pungkas Sahroni.
Kembalinya Sahroni ke tampuk pimpinan Komisi III menandai berakhirnya masa sanksi enam bulan yang dijatuhkan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Ia menggantikan Rusdi Masse yang memutuskan pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Dalam momen pelantikannya kembali pada 19 Februari 2024, Sahroni tampak lebih rendah hati dan berterima kasih atas proses pendisiplinan yang ia lalui.
“Assalamualaikum, selamat berpuasa dan terima kasih Pak Ketua dan teman-teman, rasanya aneh kalau kenalan lagi ya. Dan terima kasih untuk pimpinan MKD yang telah menyidangkan saya dan mudah-mudahan saya menjadi lebih baik ke depannya,” ucapnya.
Baca juga: Ahmad Sahroni Putuskan Sumbangkan Seluruh Gaji DPR hingga Akhir Jabatan
Sebagai pengingat, Sahroni sempat tersandung kasus pernyataan kontroversial pada Agustus 2025. Saat itu, ia mengkritik keras massa demonstran yang menuntut pembubaran DPR dengan kalimat yang dinilai menghina.
“Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita,” ujar Sahroni kala itu.
Pernyataan tersebut berbuntut panjang, memicu gelombang protes besar, hingga akhirnya berujung pada pencopotan jabatan oleh Surya Paloh dan sanksi dari MKD.
Baca juga: Comeback Jadi Wakil Ketua Komisi III DPR, Sahroni Enggan Ambil Gaji, Sumbangkan ke Yayasan
Keputusan Sahroni untuk melepas gaji DPR mungkin terasa ringan mengingat kondisi finansialnya yang fantastis. Berdasarkan LHKPN per Februari 2025, kekayaan Sahroni tercatat mencapai Rp 328,91 miliar.
Harta tersebut tersebar dalam berbagai bentuk:
Dengan profil kekayaan yang melimpah, kini publik menanti apakah aksi filantropi melalui gaji DPR ini mampu memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sang Bendahara Umum Partai NasDem tersebut.