BANJARMASINPOST.CO.ID - Sepeninggal komedian Nina Carolina atau yang lebih dikenal sebagai Mpok Alpa, Aji Darmaji sang suami bicara soal rencana menikah lagi.
Bahkan, Aji Darmaji mengaku banyak wanita yang mendekati sepeninggal Mpok Alpa.
Sebenarnya, kepergian Mpok Alpa masih menyisakan duka bagi keluarga yang ditinggalkan.
Diketahui, Mpok Alpa meninggal dunia pada 15 Agustus 2025.
Dia meninggalkan suami dan anak-anak yang selama ini menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Tujuh bulan setelah kepergian sang istri, Aji Darmaji yang akrab disapa Idung itu, mengaku masih berusaha menjalani hidup seperti biasa.
Baca juga: Usai Vidi Aldiano Meninggal, Adik Sheila Dara Ungkap Penyesalan Terbesar, Faishal: Gak Ucapkannya
Baca juga: Ngamuk Wajahnya Disebut Mirip Ivan Gunawan, Aurel Sentil Sikap Atta Halilintar: Dia Diam
Meski masih merasakan kehilangan, ia juga menghadapi berbagai perubahan dalam kehidupan pribadinya.
Salah satunya adalah perhatian dari banyak perempuan yang mulai mendekatinya, setelah ia menyandang status duda.
Hal tersebut diungkapkan Aji saat menjadi bintang tamu dalam sebuah podcast bersama Melaney Ricardo.
Dalam perbincangan itu, Melaney sempat menanyakan apakah Aji sudah mulai membuka hati setelah ditinggal Mpok Alpa.
“Akhirnya sekarang sudah mulai membuka hati, atau belum?. Pelan-pelan. Maksudnya bergaul saja,” tanya Melaney, dikutip Tribunnews, Rabu (11/3/2026).
Menanggapi pertanyaan tersebut, Aji mengaku hingga saat ini dirinya belum benar-benar membuka hati untuk hubungan yang lebih serius.
Ia mengatakan interaksi yang terjadi masih sebatas berteman.
“Kalau membuka hati belum, Kak. Belum, belum. Kalau sekadar teman-teman, seperti telepon-teleponan atau ngobrol dengan teman lama, ya ada.”
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini dirinya hanya merasa membutuhkan teman untuk berbagi cerita.
“Saya itu cuma butuh teman," jawab Aji.
Melaney kemudian menyinggung kabar yang beredar bahwa cukup banyak perempuan yang mencoba mendekati Aji, bahkan sejak ia masih menikah dengan Mpok Alpa.
“Saya juga sempat dengar cerita, yang mendekati itu macam-macam. Bahkan waktu masih menikah saja katanya ada yang mendekati, sampai almarhum sempat marah. Maksudnya yang mendekati kan kita tahu, dia dudanya Mpok Alpa, dudanya artis, pastilah begitu. Apalagi sekarang keadaannya istri sudah meninggal,” tanya Melaney lagi.
Aji pun mengakui bahwa memang ada banyak perempuan yang mencoba menghubunginya.
“Kalau yang nawarin diri sih banyak, Kak," jawab Aji.
Ia bahkan menyebut jumlahnya cukup banyak, baik dari orang yang dikenalnya maupun yang tidak ia kenal sebelumnya.
“Banyak, Kak. Banyak sekali. Yang tidak kenal maupun yang kenal.”
Menurut Aji, dalam sehari ia bisa menerima cukup banyak pesan dari perempuan yang mencoba mendekatinya.
“Sehari saja bisa lebih dari 20 orang yang menghubungi," jelas Aji.
Meski begitu, ia menilai perhatian tersebut mungkin muncul karena dirinya masih dianggap memiliki energi dan usia yang relatif muda.
“Mungkin karena saya masih berenergi, Kak. Istilahnya masih bisa dibilang masih muda," pungkas Aji.
Salah satu yang paling membekas adalah percakapan mereka semasa Mpok Alpa masih hidup, termasuk soal kemungkinan dirinya menikah lagi suatu hari nanti.
Cerita itu disampaikan Idung saat menjadi bintang tamu dalam sebuah podcast bersama Melaney Ricardo.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengenang pesan yang pernah disampaikan Mpok Alpa kepadanya sebelum meninggal dunia.
Idung mengatakan bahwa sebelum wafat, sang istri sempat berpesan agar dirinya tidak terburu-buru menikah lagi jika suatu saat ia ditinggal pergi.
“Sebelum meninggal, almarhum sempat bilang ‘Lu jangan nikah dulu kalau gue meninggal. Jangan nikah dulu kalau rumput di makam gue belum sedengkul’,” kata Idung kepadaTribunnews
Ia juga mengungkapkan bahwa kehilangan Mpok Alpa bukanlah hal yang mudah untuk dilalui. Namun, kehadiran anak menjadi sumber kekuatan terbesar baginya untuk tetap menjalani hidup.
“(Setelah kehilangan Mpok Alpa) Rasanya berat sekali. Apa yang bikin saya kuat? Saya melihat wajah anak, Kak. Itu yang bikin kita kuat,” ujarnya.
Idung menuturkan bahwa anak menjadi alasan utama dirinya tetap berusaha tegar setelah ditinggal sang istri.
“Melihat muka anak seperti itu yang membuat saya semangat. Sekarang juga hidup saya untuk anak.
“Iya dong, yang bikin saya semangat itu anak.”
Di sisi lain, ia juga sering mendapat pertanyaan dari orang-orang di sekitarnya mengenai kemungkinan dirinya menikah lagi di masa depan.
“Kalau ada orang yang bertanya, ‘Bang, lu bakal kawin lagi?’” katanya.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Idung memilih menyerahkan sepenuhnya urusan jodoh kepada Tuhan.
“Saya serahkan saja semuanya kepada Tuhan. Itu masalah jodoh. Jodoh, maut, rezeki, Allah yang punya.”
Ia juga menilai manusia tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi di masa depan, termasuk soal pasangan hidup.
“Kalau saya bilang tidak, ternyata Allah kasih lagi, berarti saya munafik. Tapi kalau saya bilang iya, ternyata Allah tidak kasih lagi.”
Bagi Idung, hubungan pernikahannya dengan Mpok Alpa adalah bagian dari takdir yang sudah ditentukan hingga akhir hayat sang istri.
“Berarti jodoh saya memang sampai saat itu dengan almarhum. Begitu saja.”
Sebelumnya, Aji Darmaji, sempat mengungkapkan perasaannya menjelang bulan suci Ramadan tahun ini.
Ia mengaku harus menjalani Ramadan pertama tanpa kehadiran sang istri.
Menjelang Ramadan, Aji Darmaji tetap menjalankan tradisi keluarga, salah satunya berziarah kubur. Kali ini, ia mengajak anak-anaknya untuk datang ke makam sang ibu.
“Tradisi kami menyambut bulan Ramadan itu ziarah kubur. Ngajak anak-anak juga,” ujar Aji dikutip dari kanal Youtube Indosiar, Selasa ?(17/2/2026).
Ia mengenang, pada Ramadan tahun lalu, dirinya masih berziarah bersama almarhumah Mpok Alpa ke makam orang tua. Namun kini situasinya berubah.
“Tahun kemarin masih kita yang ziarah sama almarhum ke makam orang tua. Sekarang kita yang ziarahin makam almarhumah sama orang tua,” tuturnya.
Aji juga menyebut momen tersebut menjadi pengalaman emosional tersendiri karena untuk pertama kalinya anak kembarnya diajak berziarah ke makam sang ibu.
“Baru kali ini si kembar diajak ziarah ke makam maminya,” ucapnya.
Ramadan kali ini terasa sangat berbeda bagi Aji dan anak-anak. Ia mengaku belum bisa membayangkan bagaimana suasana hari pertama puasa tanpa kehadiran Mpok Alpa.
“Ramadan tanpa almarhum itu yang pertama kali. Hari pertama puasa nanti kita belum ngerasain nih bakal seperti apa,” kata Aji.
“Ya mudah-mudahan pada kuat, tegar,” harapnya.
Aji menambahkan, pada Ramadan sebelumnya, semua persiapan anak-anak selalu dilakukan oleh almarhumah istrinya. Kini, ia harus membiasakan diri menjalani peran tersebut seorang diri.
“Kalau tahun lalu kan masih ada almarhum. Anak-anak disiapin apa-apa sama almarhum. Ya pokoknya ini awal pertama kita kayak gini,” pungkas Aji Darmaji.
Mpok Alpa meninggal dunia pada Agustus 2025, setelah beberapa tahun terakhir berjuang sembuh dari penyakit kanker yang dia derita.
Ia meninggalkan seorang suami dan empat anak.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)