Mari Uji Kemampuan Bab 6 dan Jawaban Halaman 150 IPA Kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka
Hendri Gusmulyadi March 11, 2026 02:18 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Berikut ini adalah Kunci Jawaban Halaman 150 IPA Kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka: Mari Uji Kemampuan Bab 6.

Sudah siap menguji kemampuan IPA kalian di Bab 6?

Kunci Jawaban Halaman 150 IPA Kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka hadir untuk membantu siswa menyelesaikan kegiatan Mari Uji Kemampuan dengan lebih terarah.

Aktivitas ini mendorong siswa untuk berpikir kritis dan menganalisis soal secara mandiri, bukan sekadar menyalin jawaban.

Dengan memanfaatkan kunci jawaban halaman 150 IPA kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka, siswa dapat memeriksa jawaban mereka sekaligus memahami konsep-konsep penting dari materi Bab 6.

Panduan ini juga membantu guru memberikan bimbingan lebih efektif saat memfasilitasi diskusi atau latihan kelompok di kelas.

Dengan pendekatan seperti ini, siswa tidak hanya menguasai materi, tetapi juga belajar menerapkan ilmu IPA dalam situasi nyata.

Kunci Jawaban Halaman 150 IPA Kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka bisa dijadikan referensi praktis untuk belajar mandiri maupun persiapan ujian.

Inilah Kunci Jawaban Halaman 150 IPA Kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka: Mari Uji Kemampuan Bab 6:

Mari Uji Kemampuan Kalian

Mengingat dan Memahami

1. Mengapa Mendel melakukan percobaan terkait pewarisan sifat menggunakan kacang ercis?

Jawaban :

Gregor Mendel melakukan percobaan terkait pewarisan sifat menggunakan kacang ercis (Pisum sativum) karena tanaman ini memiliki beberapa karakteristik yang membuatnya menjadi organisme yang cocok untuk penelitian genetika pada zamannya.

Beberapa alasan mengapa Mendel memilih kacang ercis antara lain:

- Kacang ercis memiliki siklus hidup singkat, yang memungkinkan Mendel untuk melakukan banyak percobaan dalam waktu yang relatif singkat.

- Tanaman kacang ercis memiliki struktur bunga yang mengandung organ reproduksi jantan (stamen) dan organ reproduksi betina (pistil), memungkinkan persilangan dan pengendalian polinasi dengan mudah.

- Kacang ercis memiliki variasi dalam sifat-sifatnya yang dapat diobservasi dengan jelas, seperti warna biji (merah atau putih), bentuk biji (bulat atau keriput), warna bunga, dan panjang tangkai.

Sifat-sifat tersebut dapat diwariskan secara sederhana, yaitu dengan mengamati satu sifat tunggal pada suatu waktu (monohibrid) sebelum beralih ke sifat-sifat lainnya.

2. Apa perbedaan antara persilangan monohibrid dengan dihibrid?

Jawaban :

Perbedaan antara persilangan monohibrid dengan dihibrid adalah sebagai berikut:

- Persilangan Monohibrid: Persilangan monohibrid melibatkan persilangan dua individu yang berbeda dalam satu sifat tunggal atau satu gen.

Contohnya, dalam kasus Mendel, ia mengamati persilangan antara kacang ercis yang memiliki biji merah dengan yang memiliki biji putih. Dalam persilangan monohibrid, hanya satu sifat yang diamati.

- Persilangan Dihibrid: Persilangan dihibrid melibatkan persilangan dua individu yang berbeda dalam dua sifat yang berbeda atau dua gen yang terletak pada kromosom yang berbeda.

Contohnya, jika kita mempertimbangkan sifat warna biji dan bentuk biji pada kacang ercis, ini akan menjadi persilangan dihibrid karena kita memantau dua sifat yang berbeda pada saat yang sama.

Mengaplikasikan

3. Seorang pasangan suami istri memiliki rambut keriting heterozigot. Karakter rambut lurus bersifat resesif. Berapakah persentase kemungkinannya mereka memiliki anak dengan rambut lurus?

Jawaban :

Untuk menghitung persentase kemungkinan pasangan suami istri memiliki anak dengan rambut lurus, kita perlu menggunakan hukum pewarisan sifat resesif.
Dalam hal ini, kita tahu bahwa karakter rambut lurus adalah resesif (aa), sedangkan karakter rambut keriting pada pasangan suami istri adalah heterozigot (Aa).

Ketika pasangan heterozigot (Aa) memiliki anak, terdapat dua kemungkinan alel yang dapat dikombinasikan: alel A dari salah satu orang tua dan alel a dari orang tua lainnya.
Oleh karena itu, kemungkinan genotipe anak-anak mereka adalah:

- 25 persen AA (rambut lurus)
- 50

Menalar

4. Sepasang suami istri berkulit normal terkejut ketika mendapatkan anak yang albino. Albino adalah kelainan yang ditandai dengan tidak adanya pigmen melanin pada kulit seseorang dan bersifat resesif. Apakah mungkin hal ini terjadi pada pasangan tersebut?

Buatlah diagram persilangan untuk mendukung argumentasi kalian!

Jawaban :

P1 : Normal >< Normal>

(Aa) (Aa)

Gamet 1 : A, a A, a

F1 :

Jawaban
Jawaban ()

Rasio Fenotip F1 = Normal : Albino

= 3 : 1

= 75 persen : 25 persen

Kemungkinan terjadinya albino 25 persen

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.