BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Arus kendaraan di Pelabuhan Tanjungkalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat ( Babar ), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), pada Rabu (11/3/2026) terpantau cukup ramai, terutama didominasi oleh truk sedang dan besar yang baru kembali setelah mengirimkan muatan ke berbagai wilayah di Pulau Bangka.
Kapasitas angkut kapal feri di rute Tanjungkalian–Tanjung Api-Api diperkirakan mampu menampung 400 orang per trip, sedangkan kapal cepat menampung sekitar 200 orang. Sementara untuk kendaraan, satu kapal feri dapat mengangkut 30 unit sepeda motor dan 33 unit mobil.
General Manager ASDP Pelabuhan Tanjungkalian Mentok, Agustinus Cahyo, mengatakan, untuk kondisi arus mudik pada hari ini Rabu (11/3/2026) kondisinya masih terpantau cukup ramai.
"Tapi dominannya kendaraan truk, yaitu truk sedang dan besar. Untuk saat ini memang agak ramai karena mereka baru saja mengirimkan angkutanya. Ke seluruh pulau Bangka," kata Agustinus Cahyo, kepada Bangkapos.com, Rabu (11/3/2026) di Mentok.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut merupakan hal yang biasa terjadi dalam perputaran arus kendaraan, menurutnya secara keseluruhan, kondisi tersebut masih tergolong normal dan belum menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan.
"Jadi memang sudah biasa perputaranya seperti itu. Dari sisi seberang, masih terdapat juga antrean truk sebelum lebaran mengirimkan barangnya. Masih di bilang normal, tidak ada peningkatan signifikan," katanya.
Sementara itu, sambung Agustinus, arus mudik perkirakan ASDP mulai terjadi pada, Minggu (15/3/2026) sampai Selasa (17/3/2026).
"Tanggal itu sudah mulai peningkatan. Kalau puncaknya biasanya H-4 Lebaran kurang lebih di tanggal 18 Maret 2026. Itu kami perkirakan untuk semua moda akan ada peningkatan signifikan. Terutama penumpang dan kendaraan," terangnya.
Ia menjelaskan, skenario padat akan diberlakukan apabila jumlah kendaraan yang datang sudah melampaui kapasitas area parkir di dalam pelabuhan.
Jika kondisi tersebut terjadi, kendaraan harus ditampung di luar area dan pihaknya akan menambah jumlah trip penyeberangan untuk mengurai kepadatan.
"Kalau ada kepadatan, kita pakai sekenario padat, kalau padat itu jumlah sudah datang sudah melampaui kapasitas parkiran yang ada di dalam. Jadi harus ditampung, dan itu memerlukan tambahan trip," ujarnya.
"Trip normalnya saat ini sembilan kapal, dan waktu tunggu kapal biasanya 120 menit atau dua jam. Nanti akan menjadi 90 menit 1,5 jam ada percepatan nambah trip dan waktu bongkar muat dipercepat," tutupnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)