TRIBUNJAMBI.COM - Sejumlah kasus pembunuhan tragis di Indonesia, termasuk di Provinsi Jambi kian marak dipicu oleh motif asmara.
Fenomena ini menjadi perhatian nasional karena menunjukkan betapa rapuhnya kendali emosi saat seseorang dilanda rasa cemburu dan sakit hati yang mendalam.
Kasus terbaru yang mengguncang publik terjadi di Kecamatan Nongsa, Kepulauan Riau.
Seorang pria berinisial MY alias Yusuf (31) nekat menghabisi nyawa AS (22) pada Selasa (10/3/2026).
Adapun motifnya klasik namun mematikan, yakni cemburu buta.
Yusuf, yang sebelumnya menjalin hubungan sesama jenis dengan korban, merasa dikhianati korban.
Sebab korban saat itu meminta putus dengan alasan ingin hidup normal.
Namun ternyata menjalin hubungan dengan pria lain.
"Saya kesal, saya marah merasa dibohongi sama dia. Makanya saya nekat membunuhnya," ucap Yusuf saat menyerahkan diri ke Mapolsek Nongsa dengan kondisi baju masih bersimbah darah dilansir dari Tribun Batam.
Tragedi di Nongsa ini seolah menjadi pengingat atas rentetan kasus serupa yang juga terjadi di Provinsi Jambi dalam kurun waktu setahun terakhir.
Baca juga: Ingat Pembunuhan Dosen di Bungo? Waldi, Eks Polisi Itu Dilimpahkan ke Kejari
Baca juga: Warga Sabak Jambi Gali Kubangan Demi Padamkan Api, 2 Rumah dan Motor Hangus
Pola cemburu, sakit hati karena diputuskan, hingga hubungan sesama jenis yang berakhir tragis juga mewarnai catatan kriminal di wilayah tersebut.
Di Kota Jambi, medio Juni 2025, publik sempat digegerkan dengan pembunuhan berencana menggunakan racun sianida.
Pelaku berinisial AFY (20) tega meracuni kekasih pria-nya, RH (23), karena merasa sakit hati akan ditinggal menikah dengan seorang wanita.
Modus yang digunakan cukup rapi, yakni mencampur racun ke dalam minuman dengan dalih memberikan obat kuat.
Tak hanya itu, di Kabupaten Bungo pada November 2025, seorang dosen perempuan berinisial EY (37) ditemukan tewas di tangan kekasihnya sendiri, W (22), yang merupakan oknum anggota polisi.
Motifnya serupa dengan kasus di Nongsa: konflik asmara dan kecemburuan yang memuncak hingga berujung pada tindakan ekseskusi nyawa.
Masih di kabupaten yang sama pada Oktober 2025, seorang remaja laki-laki bahkan tega mencekik kekasihnya di dalam mobil hingga tewas hanya karena terbakar cemburu, sebelum akhirnya membuang jasad korban ke sungai.
Rentetan kasus ini menunjukkan adanya pola tindakan impulsif dan terencana yang lahir dari kegagalan mengelola konflik interpersonal.
Di Nongsa, Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Rahmat Susanto, menyatakan bahwa penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap detail penyebab kematian korban yang menderita luka tusuk di punggung dan kepala.
Baca juga: Anggi Febri Pembunuhan Kopi Sianida Botolan di Jambi Divonis 17 Tahun Penjara
Baca juga: Jambi Steril Truk Batu Bara Mulai 13 Maret, Al Haris: Fokus Mudik Lancar
Kapolsek Nongsa, Kompol Eriman, menambahkan bahwa saat ditemukan, senjata tajam masih menancap di tubuh korban AS di dalam kamar indekosnya.
Kondisi tempat kejadian perkara yang penuh bercak darah menggambarkan betapa brutalnya aksi yang didasari oleh dendam asmara tersebut.
Kini, para pelaku di berbagai daerah ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Sementara masyarakat diingatkan akan pentingnya edukasi emosional dalam menjalin sebuah hubungan agar perselisihan tidak lagi berakhir di ujung bilah senjata tajam atau racun mematikan.
Baca juga: PKK Batang Hari Dorong UMKM Perempuan Lewat Bazar HKG PKK ke-54
Baca juga: Sekda Merangin Safari Ramadan Di Desa Pelangki Sampaikan Bantuan Sarana Ibadah
Baca juga: Warga Sabak Jambi Gali Kubangan Demi Padamkan Api, 2 Rumah dan Motor Hangus