Abu Janda Ngamuk Feri Amsari Bahas 'Utang' Indonesia ke Palestina, Berkata Kasar Lalu Diusir Aiman
Rr Dewi Kartika H March 11, 2026 12:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Penggiat media sosial, Permadi Arya atau Abu Janda mengamuk dan mengeluarkan kata-kata kasar saat berdiskusi dengan Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari dan Mantan Duta Besar Indonesia untuk Tunisia, Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti soal perang Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Diskusi tersebut terjadi saat ketiganya menjadi narasumber di acara Rakyat Berusara, iNews TV, pada Selasa (10/3/2026).

Awalnya Bahas Jasa Amerika

Menurut Abu Janda di tengah konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran, banyak masyarakat Indonesia yang bersikap anti amerika.

"Sentimen anti-Amerika ini luar biasa sekali di negara kita ini.  Dan semua didasari sama kebencian buta. Tanpa mencoba untuk mencoba adil," kata Abu Janda.

Abu Janda menyebut Amerika Serikat memiliki peranan besar terhadap kemerdekaan Indinesia.

Menurut Abu Janda NICA (Netherlands Indies Civil Administration) meninggalkan Indonesia karena tekanan dari Amerika Serikat.

"Amerika tuh punya peran besar sekali pada kemerdekaan kita. Orang tuh ingetnya cuma 17 Agustus aja. Orang lupa pada 1945, Belanda balik. Membonceng pasukan NICA untuk melucuti tentara Jepang,"

"Setelah kita proklamasi, kita dijajah lagi sama Belanda. Sampai tahun 49. Yang dikenal dengan agresi Belanda kedua, silahkan cek. Dan itu tidak mudah buat para pahlawan kemerdekaan kita. Karena memang supermasi militer Belanda tuh memang terlalu kuat waktu itu. Bahkan Jendral Sudirman pun hanya bisa melawan Belanda dengan taktik hit and run. Apakah dengan hit and run itu efektif untuk memusir Belanda dari bumi Pertiwi? I don't think so. Tapi tiba-tiba tahun 49, tiba-tiba Belanda mudik. Karena siapa? Karena ditekan Amerika brother," jelas Abu Janda.

"Tahun 1949 Amerika itu tiba-tiba ngancem ke Belanda. Ya Belanda lu kalau masih jajah Indonesia, gue stop bantuan lu. Ini fakta sejarah ini," imbuhnya.

Tak cuma mengusir NICA, menurut Abu Janda Amerika Serikat juga berjasa dalam konfresi meja bundar di Den Haag, 1949.

Dalam Konfrensi Meja Bundar, tercapai kesepakatan antara Indonesia dengan Belanda, yaitu: 1. Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat pada akhir Desember 1949. 2. Akan dibentuk Uni Indonesia-Belanda. Dimana Indonesia dan Belanda akan bekerja sama. Kedudukan Indonesia dan Belanda sederajat.

"Tanpa mengecilkan perjuangan para pahlawan. Tapi kalau Amerika gak turun tangan, kita gak tau sampe kapan Belanda bercokol. Mungkin Belanda tahun 70 masih disini. Mungkin tahun 80 masih disini, kayak di Afrika Selatan," kata Ambu Janda.

Amerika Tidak Sebaik Itu

Ikrar Nusa Bhakti lalu menanggapi pernyataan Abu Janda soal Amerika Serikat berjasa terhadap kemerdekaan Indonesia.

Namun belum memulai menjelaskan, Abu Janda selalu memotong ucapan Ikrar Nisa Bhakti.

"Amerika kenapa turun tangan pada 1948-49? Itu karena ada...," kata Ikrar Nusa Bhakti.

"Jangan ngaco ya Pak ya, tolong ya. Oh iya ini anda juga baca sejarah dong," celetuk Abu Janda.

Ikrar kemudian meminta Abu Janda untuk membaca buku karya George McTurnan Kahi.

"Disitu dijelaskan mengapa Amerika turun tangan. Karena ketakutan Amerika bahwa Indonesia akan jatuh ke tangan komunis," ucap Ikrar.

Pakar Politik itu lalu meminta Abu Janda untuk tidak menilai Amerika Serikat sebagai negara yang baik.

Lagi-lagi Abu Janda memotong ucapan Ikrar, ia bahka mengeluarkan kata 'anj*r'.

"Jangan menggunakan kata-kata itu," tegur Ikrar terhadap Abu Janda.

Setelah ditegur dan diminta tenang oleh Aiman, Abu Janda akhirnya diam.

Ikrar lalu melanjutkan penjelasannya soal propaganda Amerika Serikat di awal-awal kemenderdekaan Indonesia.

"Awal-awal kemerdekaan Indonesia juga. Amerika membantu pemberontakan daerah di PRRI dan Permesta (Perjuangan Semesta/Perjuangan Rakyat Semesta)," jelas Ikrar.

"Dan kemudian ada perubahan besar. Dari kebijakan Amerika Serikat terhadap Indonesia. Ketika siapa? Kennedy dari Partai Demokrat. Itu terpilih menjadi presiden pada 1961.  Jadi kita juga harus tau sejarah itu ya. Mengapa kemudian Kennedy membela Indonesia dalam kaitannya dengan Irian Barat misalnya kan. Tapi sebelumnya ketika Dwight D. Eisenhower itu menjadi presiden Amerika Serikat, Indonesia dipecah belah ya. Supaya terjadi pemberontakan di daerah. Tapi lagi-lagi tujuannya apa? Mencegah Indonesia jatuh ke tangan komunis. Itu adalah sejarah," tambahnya.

Abu Janda Ngamuk

Feri Amsari lalu menyoroti langkah Prabowo Subianto yang bergabung dengan Board of Peace (BOP) yang didirikan oleh Donald Trump.

Menurut Feri Amsari hal tersebut tidak etis, mengingat dalam BOP turut bergabung Israel.

Israel sendiri dinilai telah melakukan Israel melakukan kejahatan perang di Palestina, termasuk serangan terhadap warga sipil dan anak-anak. 

Feri Amsari kemudian mengingatkan jasa Palestina terhadap Indonesia.

Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto pada 1945. 

Tak cuma itu, Feri Amsari juga membahas soal Muhammad Ali Taher.

Muhammad Ali Taher adalah saudagar kaya dan tokoh media asal Palestina (sering disebut sebagai bangsawan/raja media) yang menyumbangkan seluruh uangnya di Bank Arabia untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. 

Ia aktif melobi Liga Arab dan membantu pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan Belanda di Timur Tengah.

"Kalau tidak ada bangsawan dari Palestina yang menyumbang untuk kemerdekaan bangsa ini, melalui Agus Salim belum tentu juga kita merdeka," kata Feri Amsari

"Jadi kalau main hutang-hutangan sejarah, sebenarnya kita punya hutang besar terhadap bangsa Palestina," imbuhnya.

Mendengar pernyataan tersebut, Abu Janda langsung mengamuk.

Ia menilai pernyataan Feri Amsari adalah hoaks.

"Hutang apaan bangsa kita kemerdekaan Palestina, hutang apaan bang? Jangan ngaco!" kata Abu Janda.

"Gue kasih tau ya, biar lo tau. Ada hoax yang bilang katanya, Palestina negara pertama yang ngakui kemerdekaan Indonesia itu hoax," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Feri Amsari menyebut Abu Janda terlalu bersemangat namun keliru dalam memahami persoalan.

"Semangat betul dengan salahnya. Yang memberikan sumbangan ke pada Agus Salim adalah bangsawan Palestina untuk bergerak di Timut Tengah dalam upaya kampanye Kemerdekaan, itu bukan hoaks" kata Feri.

Diusir Aiman

Perdebatan kemudian semakin memanas ketika Abu Janda kembali memotong pembicaraan dengan nada yang dianggap kasar.

Melihat situasi diskusi yang semakin tidak kondusif, Feri Amsari kemudian meminta Aiman Widjaksono sebagai pemandu acara untuk mengambil tindakan. Apalagi Abu Janda sesekali menggunakan kata 'anjir' saat debat.

"Saya ingatkan, ini ruang publik, dengan mengungkapkan kekasaran, bang Aiman, omongan seperti itu wajib hukumnya bagi Anda mengusir dia" kata Feri.

Menanggapi hal tersebut, Abu Janda justru menyatakan dirinya siap meninggalkan forum.

"Gak usah lu husir, dengan senang hati, gue pergi" celetuk Abu Janda.

Pernyataan itu langsung dibalas oleh Feri Amsari dengan sindiran.

"Silahkan, dengan senang hati. Ketololan tidak dibutuhkan" sindir Feri.

Mendengar dirinya disebut tolol, Abu Janda semakin emosi dan melontarkan makian kepada Feri Amsari.

"Elu yang lebih tol*l gobl*k" kata Abu Janda.

Melihat situasi semakin tidak terkendali, Aiman Widjaksono akhirnya meminta Abu Janda keluar dari ruang dialog.

"Engga boleh, engga boleh, kalau Anda tidak bisa tertib, keluar! Keluar.. Keluar...." terak Aiman dengan lantang. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.