Berburu Takjil di GDC Depok
GH News March 11, 2026 12:10 PM
Depok -

Kawasan Grand Depok City (GDC) di Depok, Jawa Barat, tepatnya di seberang Kampus Jakarta Global University, secara konsisten menjadi destinasi populer bagi warga lokal yang mencari tempat untuk bersosialisasi dan menjelajahi pilihan jajanan untuk iftar. Seru juga, lho berburu takjil di sini.

Saat senja tiba, pemandangan di sepanjang jalan utama kawasan ini berubah menjadi pasar kuliner yang ramai dan spontan. Pedagang dengan teliti mengatur kios-kios mereka di bawah tenda-tenda berwarna cerah, terutama dalam nuansa merah, disertai payung-payung berwarna pelangi.

Beragam pilihan camilan tersedia bagi kerumunan pengunjung yang memadati jalanan, termasuk martabak, sup buah, aneka camilan kemasan, dimsum, dan masih banyak lagi.

Dalam suasana yang ramai dipenuhi penjual takjil, detikTravel mencoba menghampiri salah satu pedagang dan berbincang dengan Maria Nessa, seorang penjual yang telah menjual takjil di kawasan ini selama tiga tahun. Tahun ini, Nes! memperluas penawarannya melampaui es teler, memperkenalkan menu yang lebih beragam untuk bersaing dengan jumlah penjual yang semakin banyak di kawasan tersebut.

"Jualan ada es teler, es alpukat kocok, ada risoles, zuppa soup, ada lele ungkep, dan lain-lainnya," ujar Nes, Senin (9/3/2026).

Di antara berbagai menu yang ditawarkan, sepertinya zuppa soup dan es alpukat kocok menjadi favorit, yang cepat habis dari pilihan. Nesa menyebutkan bahwa pada akhir pekan, ia mampu membawa dan menjual hingga 50 porsi zuppa soup.

Pada akhir pekan, ia biasanya berhasil menjual sekitar 30 hingga 40 cangkir es, termasuk es krim alpukat kocok uniknya. Nessa mengakui bahwa minat yang tinggi dari pembeli pada akhir pekan seringkali menyebabkan barang dagangannya habis terjual dalam waktu yang sangat singkat.

Penjualan tercepat terjadi pada akhir pekan, dengan tiket habis terjual sebelum pukul 18.30.

"Paling cepat tuh kalau lagi weekend jam setengah 6 juga udah habis. Belum sampai Magrib tuh udah habis," kata dia.

Tahun ini terbukti menjadi tahun yang paling ramai dan menguntungkan bagi pedagang, melampaui semua tahun sebelumnya.

"Jauh, bedanya jauh. Bisa gue bilang bedanya 100%," kata Nessa.

Pedagang biasanya mulai mempersiapkan diri sekitar pukul 15.00. Menariknya, suasana kuliner ini tetap ramai bahkan setelah iftar berakhir.

Bagi warga Depok kawasan ini selalu banyak pedagang yang berjualan tidak hanya di bulan Ramadan. Seperti, banyak pedagang yang mendirikan tenda, termasuk yang menjual dim sum, bukanlah penjual takjil musiman.

Sebaliknya, mereka adalah pedagang makanan malam yang tetap beroperasi hingga tengah malam, dengan beberapa di antaranya memperpanjang jam operasional hingga pukul 1 dini hari.

Bagi yang ingin merasakan atmosfer paling semarak, waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada tahap awal hingga pertengahan bulan puasa. Seiring mendekati minggu menjelang Idul Fitri, Menurut beberapa pedagang, dengan sekolah-sekolah tutup dan banyak warga kembali ke kampung halaman, suasana di pasar takjil biasanya mulai mereda secara bertahap.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.