TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Aktivitas Pasar Tumpah Tegal Gubug di Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kembali menjadi perhatian menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Pasar yang digelar setiap Selasa dan Sabtu itu kerap membuat arus lalu lintas di jalur Pantura tersendat karena lapak pedagang dan aktivitas warga yang meluber hingga ke badan jalan.
Untuk mengantisipasi kemacetan saat puncak arus mudik, jajaran kepolisian dari Polresta Cirebon menyiapkan sejumlah langkah pengamanan, termasuk menerapkan sistem pagar betis dengan menempatkan personel di sekitar area pasar.
Kanit Lantas Polsek Arjawinangun, Iptu Yanto mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut.
“Kami mengadakan imbauan kepada pedagang dan imbauan kamseltibcarlantas kepada pengguna jalan dan penyeberang jalan,” ujar Yanto saat diwawancarai media, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, polisi juga menempatkan personel di sejumlah titik yang dianggap rawan kecelakaan maupun kepadatan kendaraan.
Baca juga: Pasar Baru Bandung Dipadati Pemburu Baju Lebaran, Ada yang Rela Berangkat Subuh dari Garut
“Serta penempatan personel yang dianggap rawan laka ataupun kepadatan yang menjadi potensi kemacetan, yaitu penyeberang jalan,” ucapnya.
Selain itu, kepolisian juga melakukan pengaturan di titik putar balik kendaraan agar tidak menimbulkan penumpukan arus.
“Kemudian kami untuk U-turn menjadi satu titik sehingga mengurangi potensi terjadinya kemacetan,” jelas dia.
Terkait keberadaan pedagang yang berjualan di sekitar bahu jalan, pihak kepolisian menegaskan saat ini langkah yang dilakukan masih sebatas imbauan agar tidak memakan badan jalan.
“Kita mengadakan imbauan saja. Imbauan khususnya untuk para pedagang itu jangan sampai memakan bahu jalan sehingga berpotensi terjadinya kecelakaan atau kemacetan,” katanya.
Menjelang puncak arus mudik Lebaran, polisi juga memastikan akan menyiagakan personel di titik-titik rawan macet di kawasan Pasar Tegal Gubug.
“Betul, kami ada upaya untuk penempatan personel yang telah di-plotting pada titik-titik rawan macet,” ujarnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan arus kendaraan di jalur Pantura yang melintas di depan Pasar Tegal Gubug cukup padat.
Antrean kendaraan didominasi truk logistik besar, bus, mobil pribadi hingga sepeda motor yang harus melaju perlahan.
Aktivitas warga yang berbelanja di pasar sandang juga membuat banyak pejalan kaki hilir mudik menyeberang jalan.
Di sisi lain, sejumlah becak dan kendaraan umum terlihat berhenti di bahu jalan untuk menurunkan maupun menaikkan penumpang.
Petugas kepolisian pun tampak berjaga di tengah jalan untuk mengatur arus kendaraan sekaligus membantu warga yang hendak menyeberang.
Polisi berharap para pedagang dan masyarakat dapat mendukung upaya pengaturan lalu lintas tersebut agar arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar dan aman bagi para pemudik yang melintas di jalur Pantura Cirebon.
Sebelumnya, keberadaan pasar tumpah di kawasan Pasar Tegal Gubug diprediksi kembali menjadi salah satu titik penyebab kemacetan panjang saat arus mudik Lebaran 2026.
Lapak pedagang yang berjualan hingga ke bahu jalan membuat arus lalu lintas kerap tersendat hingga mencapai sekitar tiga kilometer, seperti yang terlihat pada Sabtu (7/3/2026).
Menjelang arus mudik Lebaran tahun ini, aktivitas perdagangan di pasar tersebut mulai ramai dipadati pedagang dan pembeli yang berburu pakaian.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil pribadi hingga truk logistik mengular di depan area pasar.
Para pengendara motor bahkan harus menyelip di antara kendaraan besar untuk bisa melanjutkan perjalanan.
Deretan lapak pedagang pakaian terlihat berjejer di bawah tenda darurat di sisi jalan, bahkan sebagian memakan badan jalan.
Selain itu, keberadaan pangkalan becak serta kendaraan umum yang kerap berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang turut memperparah kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.
Salah seorang pedagang pakaian di Pasar Tegal Gubug, Amina (53), mengaku sudah lama berjualan di bahu jalan karena tidak memiliki kios di dalam pasar.
“Ya, nggak punya kios, nggak punya. Jadi terpaksa di sini,” ujar Amina.
Ia mengaku sudah sekitar 11 tahun berjualan di lokasi tersebut meski harus berdampingan langsung dengan arus kendaraan yang padat.
“Ya sudah sebelas tahun ada, jualan di bahu jalan kayak gini,” katanya.
Meski demikian, ia mengatakan biasanya ada larangan bagi pedagang yang berjualan di pinggir jalan ketika mendekati puncak arus mudik Lebaran.
“Biasanya yang di pinggir jalan itu nggak dibolehin kalau sudah dekat Lebaran,” ujarnya.
Selain Pasar Tegal Gubug, terdapat beberapa titik pasar tumpah lain di jalur Pantura Cirebon yang juga kerap memicu kemacetan, di antaranya Pasar Kue Plered, Pasar Tumpah Mundu, dan Pasar Ikan Gebang.
Karena itu, para pemudik yang melintas di jalur arteri Pantura Cirebon diimbau untuk mewaspadai sejumlah titik tersebut yang berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan, terutama menjelang puncak arus mudik Lebaran.