Satu WNI NTB Terdampak Konflik Timur Tengah Dipulangkan
Laelatunniam March 11, 2026 12:19 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Konflik Timur-Tengah antara Iran dan Amerika Serikat yang belum mereda hingga saat ini, membuat satu warga negara Indonesia (WNI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dievakuasi kembali ke tanah air.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Aidy Furqan membenarkan terkait proses evakuasi tersebut. Hanya saja ia belum mengetahui identitas dari warga NTB tersebut, karena proses evakuasi dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri.

"Ada, tapi belum dapat identitas dari Jakarta, kami sedang menunggu juga," kata Aidy kepada TribunLombok.com, Rabu (11/3/2026).

Berdasarkan laporan penanganan, evakuasi tersebut dilakukan melalui jalur darat dari Tehran menuju Baku, Azerbaijan dan selanjutnya menggunakan komersil dengan rute penerbangan Baku-Istanbul lalu ke Jakarta.

Dalam proses evakuasi tersebut terdapat 32 orang dalam rombongan, satu diantaranya merupakan warga NTB. Ditargetkan WNI tersebut tiba di Indonesia sekira pukul 18.00 WIB.

Pemerintah Provinsi NTB juga sudah berkoordinasi dengan Badan Penghubung NTB di Jakarta, untuk memfasilitasi penginapan warga tersebut setelah sampai di Jakarta.

Baca juga: Gubernur Iqbal Pastikan Warga NTB di Kawasan Konflik Timur Tengah Dipantau KBRI

Setelah tiba di Jakarta barulah nanti akan dipulangkan ke daerah asal namun Badan Penghubung tidak memiliki anggaran untuk pemulangan ke daerah asal, sehingga meminta bantuan ke pemerintah daerah. 

"Sudah kita titipkan kepada KBRI-KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) untuk ditangani dan dari informasi yang saya kumpulkan rencana kontingensinya berjalan semua," kata Iqbal, Jumat (6/3/2026). 

Ia menyampaikan hampir di semua negara teluk yakni Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab ada WNI asal NTB. Hanya saja Iqbal belum memastikan apakah itu pelajar atau pekerja migran Indonesia (PMI). 

Saat ini semua warga NTB sudah dalam pantauan sesuai dengan data yang diterima Pemprov NTB, namun jika masih ada yang belum merasa tercover oleh KBRI bisa menghubungi hotline yang sudah disebar sebelumnya. 

"Namanya lalu lintas manusia kadang-kadang tidak terpantau, bagi masyarakat yang merasa keluarganya belum masuk data KBRI mohon disampaikan ke hotline yang sudah disebar," kata mantan Dubes Indonesia untuk Turki ini. 

Baca juga: Timur Tengah Memanas, Pertamina Pastikan Stok dan Distribusi BBM di NTB Tetap Aman

Iqbal menyampaikan sesuai dengan arahan KBRI para warga diminta untuk tetap tenang namun waspada dalam beraktivitas sehari-hari, karena sudah disiapkan rencana kontijensi kapan mereka berhenti bekerja, dan dalam situasi seperti apa mereka melakukan evakuasi mandiri. "Kalau ada kondisi-kondisi yang diluar kendali semuanya ada parameter," pungkasnya. 

Beberapa hari terakhir konflik di tiga negara tersebut eskalasinya meningkat, membuat mereka saling serang dengan menggunakan persenjataan yang canggih. Kondisi ini membuat pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk memastikan warganya di sana tetap aman. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.