Detik-detik Kebakaran di Pasar Pangkajene, Pedagang Buah Lihat Asap dari Kios Sembako
Ari Maryadi March 11, 2026 12:20 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP – Kebakaran yang melanda kompleks Pasar Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (11/3/2026) dini hari.

Kebakaran membuat panik para pedagang yang berada di sekitar lokasi.

Salah seorang saksi mata, Nurpaida (45), mengaku pertama kali melihat tanda-tanda kebakaran saat berada di sekitar lapak jualannya.

Pedagang buah  itu mengatakan saat kejadian ia sedang memperbaiki dagangannya di pasar.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 Wita.

Saat itu, Nurpaida melihat kepulan asap muncul dari bagian belakang salah satu kios penjual sembako.

“Saya sementara perbaiki jualan, tiba-tiba saya lihat ada asap keluar dari belakang kios sembako,” ujarnya.

Melihat kepulan asap tersebut, Nurpaida langsung berteriak meminta pertolongan.

Teriakan itu membuat sejumlah pedagang lain yang berada di sekitar pasar langsung berdatangan.

Para pedagang sayur gandeng yang berada di sekitar lokasi pun bergegas menyebar untuk memanggil warga lainnya.

Mereka kemudian berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Sebagian warga juga langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran agar segera datang ke lokasi.

Tak lama kemudian, kobaran api mulai membesar dan merambat ke kios lainnya.

Warga yang berada di sekitar pasar terus berupaya memadamkan api agar tidak semakin meluas.

Sementara, beberapa pedagang berusaha menyelamatkan barang dagangannya dari dalam kios.

Tidak lama berselang, petugas pemadam kebakaran akhirnya tiba di lokasi kejadian.

Tiga kios pedagang dilaporkan hangus dilalap api dalam peristiwa tersebut.

Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Pangkep, Hapiluddin, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 04.00 Wita.

Setelah menerima laporan tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

Petugas pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian perkara sekitar pukul 04.03 Wita.

"Sebanyak enam unit armada pemadam kebakaran dengan 25 personel diterjunkan untuk memadamkan api," katanya dikonfirmasi Tribun Timur.

Petugas berjibaku melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lainnya di sekitar pasar.

"Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 05.45 Wita," bebernya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama selama bulan Ramadan.

Ia meminta warga memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta tidak meninggalkan peralatan listrik atau kompor dalam keadaan menyala saat rumah ditinggalkan.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Pangkep, Hisbul Mone, mengatakan dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik.

Ia menjelaskan kobaran api cepat membesar karena bangunan kios menggunakan material kayu yang mudah terbakar.

Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam inside kebakaran yang juga difungsikan sebagai rumah tinggal itu.

Pemilik kios berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.

"Tiga kios yang terbakar diketahui milik M Arafah (55), H Dulla (60), dan H Bura," sebutnya.

Kios tersebut digunakan untuk usaha salon serta penjualan barang campuran dan sembako.

Akibat kebakaran ini, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Pasca api berhasil dipadamkan, para pemilik kios yang bangunannya terbakar mulai berdatangan ke lokasi untuk mengamankan barang dagangan yang masih bisa diselamatkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.