Ini 4 Rasa Takut yang Sering Mengganggu Mental, Begini Cara Menghadapinya
GH News March 11, 2026 01:09 PM
Jakarta -

Pada era digital seperti sekarang, manusia hidup di antara rasa takut yang timbul dari dunia virtual. Tak jarang, bisa terjadi perundungan siber (cyber bullying) yang berdampak besar bagi keberlangsungan hidup seseorang.

Pakar dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health dan The Johns Hopkins School of Medicine, George S Everly, Jr, PhD, mengatakan sebagian besar ahli epidemiologi psikiatri menemukan bahwa lebih dari sepertiga orang memiliki ketakutan yang dapat menimbulkan gangguan mental.

Ketakutan itu dikelompokkan menjadi empat hal yang secara umum mudah ditemui dalam kehidupan. Seperti takut gagal hingga takut ditolak.

Padahal, rasa takut adalah naluri manusia yang timbul karena khawatir dengan hidupnya yang merasa terancam. Seseorang yang merasa takut, akan memutuskan untuk lari atau melawan.

"Rasa takut dirancang untuk membantu Anda menghindari hal-hal yang dapat membahayakan Anda. Jadi, dalam arti itu, rasa takut bisa menjadi hal yang baik," ucap Everly Jr, dikutip dari Psychology Today.

4 Rasa Takut yang Menghambat Perkembangan Manusia

1. Takut Ditolak

Saat mencoba sesuatu, kita berharap akan sesuai harapan. Lalu penolakan akan menjadi hal yang tidak menyenangkan.

Sebagai makhluk sosial, manusia akan merasa tidak berharga, bahkan hancur saat mengalami penolakan. Akibatnya, seseorang akan takut ditolak karena sama saja gagal memenuhi ekspektasi yang lainnya.

"Ketakutan ini sama saja dengan menyerahkan kebahagiaan pribadi kepada orang lain yang tidak dikenal, bahkan tidak peduli dengan Anda," ujar Everly Jr.

2. Takut Gagal

Sama halnya dengan takut ditolak, kegagalan menjadi momok menakutkan bagi banyak orang. Ini karena standar sosial menempatkan keberhasilan sebagai pusat perhatian, sedangkan kegagalan, sebaliknya.

Takut akan gagal pada akhirnya membuat orang sangat menghindari risiko, kekecewaan, dan rasa malu. Akhirnya, kebanyakan orang cenderung tidak mau mencoba karena takut gagal, tapi akan menyesali kemudian.

Bahkan, mayoritas orang setuju lebih baik gagal setelah mencoba dibanding belum pernah memulainya sama sekali. Itu sama artinya dengan, gagal karena diri sendiri lebih baik daripada gagal akibat ulah orang lain.

3. Takut dengan Ketidakpastian

Khawatir dengan suatu hal yang belum pasti adalah hal wajar, justru bagi sebagian orang menantang dan memotivasi. Namun, rasa takut berlebih dari itu malah akan menimbulkan stres dan enggan melakukan hal baru.

Orang yang takut dengan ketidakpastian, lebih memilih untuk menjalani rutinitas yang sudah bisa ditebak alurnya. Pilihan itu justru menjauhkan mereka dari kesempatan-kesempatan luar biasa yang hanya datang sekali seumur hidup, hanya karena tidak mau mencoba.

4. Takut Ketinggalan atau Fear of missing out (FOMO)

Jika tiga rasa takut sebelumnya menahan seseorang untuk mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman, rasa takut ketinggalan justru mendorong orang melakukan hal yang tidak mereka inginkan. Orang yang FOMO akan melakukan apa saja dengan alasan memperoleh pengalaman baru, tanpa mempertimbangkan risikonya.

Lantas bagaimana cara menghadapi ketakutan-ketakutan itu menurut pakar?

4 Cara Menghadapi Rasa Takut menurut Pakar

1. Saat seseorang merasa takut dengan penolakan atas dirinya, ia perlu ingat bahwa:

"Saya menolak untuk menyerahkan kebahagiaan saya kepada kehendak atau keinginan orang lain."

"Jika saya tidak mencoba, jawabannya akan selalu tidak."

2. Jika seseorang merasa takut akan kegagalan, hendaknya berkomunikasi dengan diri sendiri dan berkata:

"Apa pun yang berharga, layak untuk diperjuangkan meskipun harus gagal."

"Kegagalan bukanlah wujud kurangnya prestasi, tapi ketika saya memilih untuk tidak mencoba."

"Hanya ketika saya berani untuk benar-benar gagal, barulah saya akan benar-benar berhasil."

3. Jika seseorang sangat khawatir dengan ketidakpastian, ia harus paham bahwa:

"Jika saya tidak mau mengambil risiko menghadapi hal yang tidak diketahui, saya harus puas dengan hal yang biasa."

"Kegagalan, kesulitan dan penderitaan yang saya lalui, membuat saya jauh lebih kuat."

4. Jangan pernah takut ketinggalan dari orang lain, tanamkan dalam dirimu bahwa:

"Menghargai bahwa saya unik dan membayangkan siapa saya sebenarnya, secara unik lebih baik daripada menjalani hidup dengan membandingkan diri saya dengan orang lain, menginginkan apa yang mereka inginkan, dan melakukan apa yang mereka lakukan."

Filsuf Stoa Yunani, Epictetus pernah menulis: "Manusia terganggu, bukan oleh hal-hal di luar kendalinya, tetapi oleh pandangan yang mereka ambil tentang hal-hal tersebut."

Kemudian saat Amerika Serikat dilanda krisis dan berada di ambang batas kehancuran tahun 1933, Presiden AS saat itu Franklin D. Roosevelt pernah berpidato untuk membakar semangat warganya pada masa itu.

"Jadi, pertama-tama, izinkan saya menegaskan keyakinan teguh bahwa satu-satunya hal yang harus kita takuti adalah rasa takut itu sendiri-teror tanpa nama, tidak beralasan, dan tidak dapat dibenarkan yang melumpuhkan upaya yang diperlukan untuk mengubah kemunduran menjadi kemajuan," seru Roosevelt.

Jadi, penyesalan terbesar yang sering dirasakan manusia yaitu saat mereka enggan mengambil kesempatan, takut dengan penolakan, dan menunda karena terlalu lama mengambil keputusan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.