SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di Jawa Timur (Jatim) resmi membuka Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif, untuk menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (11/3/2026).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi atau Cak Eri, membuka langsung agenda ini dari Kantor Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, yang terhubung serentak dengan seluruh kecamatan di Kota Pahlawan.
Gerakan Pangan Murah ini akan berlangsung selama empat hari, yakni mulai tanggal 11 hingga 14 Maret 2026, sebagai langkah antisipasi kenaikan harga atau inflasi pada 10 hari terakhir Ramadan.
Dalam tinjauannya, Cak Eri mengungkapkan, bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi, terutama pada komoditas beras, telur dan minyak goreng yang menjadi kebutuhan utama sahur dan buka puasa.
Pemkot Surabaya telah menyiapkan pasokan dalam jumlah besar untuk memastikan seluruh warga mendapatkan akses pangan terjangkau:
"Harapan kami masyarakat Surabaya bisa menyambut Idul Fitri dengan hati bahagia, dengan harga pangan yang masih terjangkau," ujar Wali Kota Cak Eri.
Cak Eri menegaskan, bahwa kesuksesan program ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari distributor, pelaku UMKM, hingga kelompok tani lokal.
Selain menggelar pasar murah, Cak Eri juga mendorong masyarakat untuk mulai mandiri secara pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah atau sistem hidroponik.
Ia meminta warga, termasuk di wilayah Kampung Pancasila, untuk aktif menanam komoditas yang sering mengalami lonjakan harga seperti cabai secara mandiri di rumah masing-masing.
Gerakan Pangan Murah merupakan instruksi nasional dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang diimplementasikan secara lokal oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Surabaya.
Secara historis, tren kenaikan harga pangan di Surabaya menjelang Lebaran sering dipicu oleh peningkatan permintaan masyarakat.
GPM terbukti menjadi instrumen paling efektif untuk melakukan intervensi pasar secara langsung tanpa merusak ekosistem harga pedagang kecil.
Bagi warga Surabaya yang ingin memanfaatkan program ini, disarankan untuk: