SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pelatih Timnas U-20 Indonesia, Nova Arianto, menegaskan bahwa posisi 28 pemain yang saat ini mengikuti pemusatan latihan (TC) di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), masih jauh dari kata aman.
Dalam TC yang dijadwalkan berlangsung hingga 15 Maret 2026 tersebut, Nova menerapkan sistem promosi dan degradasi yang ketat bagi skuad Garuda Muda.
Hal ini dilakukan untuk memastikan hanya pemain dengan performa terbaik yang akan dibawa menuju turnamen internasional mendatang.
Nova mengungkapkan kepada SURYA.co.id bahwa ia tidak hanya terpaku pada nama-nama yang sudah ada dalam daftar saat ini. Ia membuka lebar pintu bagi pemain muda potensial yang tampil gemilang di ajang kompetisi domestik.
"Persiapan masih sangat panjang. Kami akan terus memantau situasi di EPA U-20 dan Liga 2 yang sedang berjalan," ujar Nova Arianto di sela-sela latihan.
Salah satu nama baru yang mencuri perhatian adalah Reno Salampessy asal Persipura Jayapura yang telah mengemas tiga gol di Liga 2 musim ini.
Skuad saat ini merupakan kombinasi antara alumni Piala Dunia U-17 2025 dan pemain berbakat dari berbagai akademi sepak bola tanah air:
Selama di Surabaya, Garuda Muda telah menguji kekuatan dengan menghadapi tim lokal seperti Persela Lamongan di Stadion Gelora 10 November.
Misi besar Nova Arianto adalah membangun kedalaman skuad sebelum memasuki pemusatan latihan lanjutan pada bulan Mei mendatang.
Kehadiran pemain dari akademi seperti ASIOP membuktikan bahwa talenta non-klub profesional tetap mendapat panggung di level nasional.
Konsistensi di level klub adalah kunci utama. Tim pelatih menekankan bahwa performa di Liga 2 dan EPA memiliki nilai tawar yang sama tingginya dengan pemain di Liga 1 dalam proses seleksi ini.