Penerbangan Wing Air Palangka Raya–Pangkalan Bun Mulai Beroperasi, Terbang 4 Kali Sepekan
Sri Mariati March 11, 2026 03:06 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Maskapai Wings Air resmi membuka penerbangan perdana rute Palangka Raya (PKY)-Pangkalan Bun (PKN) dari Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya. 

Rute baru ini diharapkan menjadi alternatif transportasi udara bagi masyarakat, khususnya menjelang periode mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan mengatakan, penerbangan perdana atau inaugural flight rute tersebut telah dilaksanakan dan dijadwalkan beroperasi secara berkala.

“Penerbangan baru rute Palangka Raya–Pangkalan Bun yang memang akan terbang setiap dua hari sekali, yaitu hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu,” ujarnya kepada awak media di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, kehadiran rute baru tersebut menjadi tambahan pilihan moda transportasi udara bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi peningkatan mobilitas selama masa angkutan Lebaran.

“Ini merupakan penerbangan baru sebagai alternatif pilihan masyarakat untuk moda transportasi pada masa angkutan udara Lebaran 1447 Hijriah/2026 ini,” katanya.

Selain rute Palangka Raya–Pangkalan Bun, pihaknya juga menyebut terdapat dua rute baru lainnya yang telah mulai beroperasi, yakni Palangka Raya–Sampit dan Palangka Raya–Banjarmasin.

“Alhamdulillah tiga rute ini sudah terbang. Ini bisa kita buka dengan kerja sama antara maskapai Lion Air Group dan pemerintah provinsi,” ujarnya.

Ia berharap ketiga rute penerbangan tersebut tidak hanya beroperasi saat periode tertentu seperti Lebaran, tetapi dapat menjadi rute reguler yang melayani mobilitas masyarakat di Kalimantan Tengah.

“Harapan kami sebagai pengelola bandar udara, ketiga rute baru ini yang merupakan rute intra Kalimantan ini bisa menjadi rute reguler, bukan hanya rute situasional seperti saat mudik Lebaran atau event nasional saja,” jelasnya.

Terkait penjualan tiket, I Made mengatakan masyarakat sudah dapat melakukan pembelian melalui berbagai platform daring.

“Tiketnya sudah terjual di beberapa platform pembelian tiket online seperti Traveloka dan Bukalapak,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan penentuan harga tiket merupakan kebijakan maskapai, sementara pihak pengelola bandara hanya melakukan pemantauan terhadap tarif yang berlaku.

“Kami di pengelola bandar udara hanya melakukan monitoring dan melaporkan apabila memang sudah melebihi tarif batas atas yang ditentukan oleh Kementerian Perhubungan,” katanya.

Dari informasi sementara, tingkat keterisian penumpang pada penerbangan perdana tersebut mencapai sekitar 60 persen dari total kapasitas pesawat.

“Untuk load factor pesawat yang jumlah tempat duduknya sekitar 72 orang itu sudah terisi sekitar 60 persen,” ujarnya.

Untuk waktu tempuh perjalanan udara dari Palangka Raya menuju Pangkalan Bun diperkirakan sekitar 40 menit, meski dalam rute tertentu pesawat akan melakukan transit di Sampit.

“Rute tempuhnya dari Palangka Raya menuju Pangkalan Bun itu kurang lebih 40 menit. Untuk rute ke Pangkalan Bun ini ada transit di Sampit,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan rute baru tersebut dapat mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas transportasi udara di wilayah Kalimantan Tengah.

Sementara itu, saat ditemui sebelum keberangkatan, salah seorang penumpang, Lina (23), mengaku sengaja mencoba penerbangan tersebut untuk pulang ke kampung halamannya di Pangkalan Bun.

Ia mengatakan ingin merasakan langsung pengalaman menggunakan rute penerbangan baru yang dinilai dapat mempersingkat waktu perjalanan dibandingkan melalui jalur darat.

“Saya memang ingin mencoba penerbangan baru ini untuk pulang kampung ke Pangkalan Bun. Kebetulan ada rute baru, jadi sekalian mencoba,” ujarnya.

Baca juga: Wawali Palangka Raya Sebut Rute Penerbangan Baru Berpotensi Dongkrak Wisata dan Ekonomi

Baca juga: Rute Penerbangan Baru di Kalteng Bandara H Asan Sampit Kotim, Lion Air Operasi ATR 72-Airbus A320

Menurutnya, keberadaan penerbangan langsung tersebut akan sangat membantu masyarakat yang memiliki keperluan perjalanan antar daerah di Kalimantan Tengah.

“Kalau lewat darat kan cukup lama, jadi dengan pesawat ini perjalanan jadi jauh lebih cepat,” katanya.

Ia berharap rute penerbangan tersebut dapat terus beroperasi secara berkelanjutan sehingga masyarakat memiliki pilihan transportasi yang lebih praktis.

“Semoga rute ini bisa terus ada, karena sangat membantu masyarakat yang ingin bepergian lebih cepat,” pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.