TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN– Tim Binjai City Soccer Club menilai persaingan di Grup A pada kompetisi Liga 4 Sumatera Utara (Sumut) 2026 akan berlangsung sangat ketat.
Sebagai tim pendatang baru di kasta keempat sepak bola Indonesia, Binjai City menyadari bahwa mereka akan menghadapi sejumlah lawan dengan kekuatan yang relatif merata.
Berdasarkan hasil pembagian grup, Binjai City Soccer Club tergabung di Grup A bersama beberapa tim yang dinilai memiliki kualitas dan pengalaman yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Tim-tim tersebut yakni Poslab Labuhanbatu, PS Harjuna Putra, Pelita Medan Soccer, PS Kwarta, Brimo Langkat FC, serta Gunung Sitoli Khoda.
Komposisi tersebut membuat persaingan di grup ini diprediksi berlangsung sengit sejak pertandingan pertama.
Setiap tim diperkirakan memiliki peluang yang sama untuk bersaing memperebutkan posisi terbaik di klasemen.
Manajer Binjai City Soccer Club, Ferdy Yupa, mengakui bahwa kekuatan tim-tim yang tergabung di Grup A cukup merata.
Menurutnya, beberapa klub bahkan sudah menunjukkan progres persiapan yang cukup baik menjelang bergulirnya kompetisi.
“Yang jelas Grup A itu sangat kuat. Di situ ada beberapa tim yang persiapannya kami nilai cukup bagus. Misalnya PS Kwarta yang menurut kami progres persiapannya sudah cukup matang,” ujar Ferdy.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa timnya tetap optimistis menghadapi kompetisi tersebut. Binjai City saat ini terus mematangkan persiapan tim, baik dari sisi teknis maupun komposisi pemain.
Ferdy menjelaskan, sejauh ini tim pelatih dan manajemen telah melakukan pemetaan kekuatan skuad untuk menentukan komposisi tim inti maupun pemain pelapis. Proses tersebut dilakukan agar tim memiliki kedalaman skuad yang memadai selama kompetisi berlangsung.
“Kami tetap optimistis dengan persiapan yang sudah dilakukan. Saat ini tim sudah berada pada tahap persiapan yang cukup matang. Tinggal menentukan komposisi mana yang menjadi tim inti dan mana yang menjadi pemain cadangan,” jelasnya.
Menurutnya, setelah melakukan pemetaan kekuatan, manajemen menilai seluruh tim di Grup A memiliki potensi yang relatif seimbang. Oleh karena itu, setiap pertandingan harus dijalani dengan kesiapan maksimal.
“Setelah kita mapping, kami melihat semua tim di grup ini memiliki kekuatan yang merata. Artinya semua tim sama-sama kuat dan tentu masing-masing juga sudah mempelajari kekuatan lawannya,” katanya.
Selain mempersiapkan strategi permainan, Binjai City juga menaruh perhatian besar pada kondisi fisik para pemain. Hal tersebut menjadi penting mengingat jadwal pertandingan Liga 4 yang cukup padat. Kompetisi Liga 4 dijadwalkan akan digelar pada 26 Maret 2026 mendatang.
Ferdy mengatakan, tim pelatih telah menyiapkan strategi rotasi pemain agar seluruh skuad tetap dalam kondisi prima selama kompetisi berlangsung. Dengan jadwal yang berdekatan, hampir semua pemain dipastikan akan mendapatkan kesempatan bermain.
“Dengan jadwal yang cukup padat, kami harus menyiapkan strategi rotasi pemain. Jadi kesiapan pemain bukan hanya dari segi skill, tetapi juga kondisi fisik yang benar-benar harus mumpuni,” ujarnya.
Ia menegaskan, dalam kompetisi seperti Liga 4, sebuah tim tidak bisa hanya bergantung pada satu atau dua pemain saja. Kedalaman skuad menjadi faktor penting agar tim mampu tampil konsisten di setiap pertandingan.
“Tidak ada istilah hanya pemain inti saja yang bermain. Pemain cadangan satu, cadangan dua, bahkan semua pemain harus siap diturunkan. Dalam kompetisi ini semua pemain akan mendapatkan kesempatan bermain,” tuturnya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Binjai City Soccer Club berharap dapat memberikan penampilan terbaiknya pada debut mereka di Liga 4 Sumatera Utara 2026.
(Cr29/tribun-medan.com)