Jakarta (ANTARA) - Sebanyak lima kecamatan di wilayah Jakarta Timur (Jaktim) telah terhubung dengan sistem penampungan sampah yang terpusat di Bank Sampah Induk Ciracas yang menampung sampah anorganik hasil pemilahan masyarakat.
"Lima kecamatan sudah tersentral penampungan bank induknya di Ciracas. Ini untuk menampung sampah anorganik, sedangkan sampah organik nantinya akan dibawa untuk dikelola," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu.
Lima kecamatan tersebut meliputi Cipayung, Ciracas, Kramat Jati, Pasar Rebo, dan Makasar.
Nantinya, sampah anorganik yang telah dipilah oleh warga akan dikumpulkan dan ditampung di bank sampah induk yang berada di Ciracas itu, sedangkan sampah organik akan dikelola secara terpisah, sesuai dengan mekanisme pengolahan yang telah disiapkan.
Munjirin menyebutkan pihaknya terus berupaya memperkuat sistem pengelolaan sampah dengan mengintegrasikan sejumlah wilayah ke dalam jaringan bank sampah induk.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat serta Instruksi Gubernur DKI Jakarta terkait penerapan pemilahan sampah berbasis rumah tangga dan rukun warga (RW).
Selain itu, keberadaan bank sampah induk itu juga menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.
Dengan sistem tersebut, Munjirin berharap warga terbiasa memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang.
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur juga tengah menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar memilah sampah mulai dari sumbernya. Sosialisasi itu dilakukan secara langsung dengan mendatangi warga dari rumah ke rumah.
"Dari Jakarta Timur, izin menyampaikan bahwa apa yang disampaikan oleh Pak Menteri, Instruksi Presiden, serta menindaklanjuti dari Instruksi Gubernur tentang pemilahan sampah berbasis rumah dan RW sudah kami jalankan. Saat ini, kami sedang masif melaksanakan sosialisasi dari rumah ke rumah," ungkap Munjirin.
Meski demikian, dia mengakui implementasi program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga masih dilakukan secara bertahap dan belum menjangkau seluruh masyarakat.
"Walaupun memang belum semuanya tersasar, kami terus bersama aparat kecamatan, kelurahan, dan Suku Dinas Lingkungan Hidup secara masif menyosialisasikan pemilahan sampah di sumbernya," ujar Munjirin.
Selain pendekatan berbasis kawasan, seperti yang disampaikan pemerintah pusat, sambung dia, Pemkot Jakarta Timur juga memberikan perhatian besar terhadap pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.
"Tadi yang disampaikan oleh Pak Menteri berbasis kawasan, tetapi yang berbasis rumah juga sangat kami konsen di Jakarta Timur, walaupun berjalannya memang secara bertahap," ucap Munjirin.
Melalui sistem bank sampah induk yang terintegrasi dengan sejumlah kecamatan tersebut, Pemkot Jakarta Timur berharap pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif sekaligus mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir.
"Program ini juga diharapkan mampu mendorong terbentuknya budaya memilah sampah di tengah masyarakat," tutur Munjirin.
Sebagai informasi, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta berkolaborasi dengan PT Morego Green Indonesia (MGI) menghadirkan Collection Center Ciracas yang berlokasi di RW 09, Kompleks Lingkungan Hidup, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
Fasilitas tersebut menjadi yang pertama di Jakarta terkait pengelolaan sampah anorganik berbasis kolaborasi pemerintah dan swasta.
Collection Center Ciracas dibangun sebagai simpul ekosistem bank sampah di lima kecamatan, yakni Ciracas, Cipayung, Pasar Rebo, Makasar, dan Kramat Jati. Fasilitas itu mampu mengelola 8-10 ton sampah plastik per hari.







