Miris, Dugaan Pelecehan Seksual Terjadi di KRL, KAI Commuter Backlist Pelaku
Sartika Rizki Fadilah March 11, 2026 03:29 PM

TRIBUNCIREBONC.OM - Lagi-lagi dugaan pelecehan seksual kembali terjhadi di ruang publik.

Diketahui, pelecehan seksual terjadi di gerbong KRL saat penumpang berdesakan dan pelaku melancarkan aksinya.

Korban pun sempat merekam kejadian yang kemudian diunggahnya di media sosial hingga menjadi viral.

Manajemen KAI Commuter (KCI) tekah mengambil langkah tegas memasukkan pelaku ke dalam daftar hitam (blacklist).

Wajahnya akan dimasukkan dalam sistem database CCTV Analytic, sehingga mampu mendeteksi wajah pelaku secara otomatis jika kembali mencoba masuk ke area stasiun.

Selain itu, pihak manajemen berkomitmen mendampingi korban untuk melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan dukungan psikologis bagi korban.

Adapun sosok pelaku terekam jelas dalam sorot kamera handphone korban.

Terduga pelaku kala itu mengenakan topi berwarna putih.

Ia juga memakai jaket.

Di bagian depan badan, terdapa tas slempang warna hitam.

Pada kedua kupingnya tersemat TWS (True Wireless Stereo) hitam.

Dalam video yang viral diunggah korban akun Instagram @inanisaaaa_ pada Selasa (10/3/2026), korban awalnya bercerita ia naik KRL dari Bogor ke Pasar Minggu.

Awalnya posisi korban dan pelaku tidak seperti di video.

Keduanya dalam posisi depan belakang sebelum akhirnya korban tak nyaman dan menjauh menjaga jarak seperti terlihat dalam video.

Dan dia bilang "Saya ga ngapa ngapain" setelah WALLAHI pelaku gesek dan nempelin an*nya ke belakang dan sesekali dorong ke depan SAMBIL PEGANG DAN ELUS2 PINGGUL. (posisi awal sebelum pelaku dan lorban ada jarak kaya di video. Awalnya pelaku dan korban depan belakang persis sebelum akhirnya berhasil menjauh dari pelaku).

Makin penuh, makin leluasa lah dia buat lakuin itu dan berani masukin tangannya ke baju gua. Bahkan dari jarak yang lumayan jauh kaya di video pun, pelaku masih bisa beraksi dengan menyelipkan tangannya.

Gua udah berusaha maju atau geser kiri biar jauh dari pelaku tapi dia selalu mepet. Di posisi KRL yang penuh ini, dia ambil kesempatan setiap ada rem mendadak atau nambah penumpang, dia lierallu 1 tangan pegang bahu dan 1 tangannya lg pegang pinggul biar gua gabisa kemana mana.

Korban yang merekam aksi pelaku kemudian memberanikan diri untuk berteriak.

"Pak pelecehan pak tolong pak," teriak korban.

Pelaku kemudian menyahut.

"Apaan?" katanya, kemudian terlihat resah.

"Ini ni, tangannya ma*** mas***," kata korban sembari menangis.

"Saya ga ngapa-ngapain, sumpah," ungkap pelaku.

"Aku udah rekam dari tadi," ujar korban masih menangis.

Penumpang lain di sekitarnya kemudian membujuk korban untuk menjauh dan mundur dari pelaku.

Kemudian mendapat respons dari warganet, dengan disukai sebanyak 253 ribu akun, dikomentari 9.321 komentar.

Baca juga: Update Dugaan Pelecehan yang Libatkan Driver Online di Cirebon, Keluarga Korban Soroti Keamanan Anak

Tamatlah Sudah Pelaku

Pihak KCI turut menanggapi dugaan tindak kekerasan seksual yang terjadi di dalam gerbong Commuter Line, Senin (9/3/2026) pagi.

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 06.30 WIB tersebut kini tengah dalam penanganan serius.

Pihak KAI Commuter menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pelaku kriminalitas, khususnya kekerasan seksual, di lingkungan stasiun maupun di atas kereta.

Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut dan memastikan proses hukum akan dikawal hingga tuntas.

Saat ini, petugas KAI Commuter sedang melakukan penelusuran mendalam untuk mengidentifikasi terduga pelaku.

“Berdasarkan laporan yang diterima, saat ini petugas kami sedang melakukan penelusuran melalui CCTV dan konfirmasi dengan korban," ujar Leza Arlan dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Leza menjelaskan, data wajah terduga pelaku akan segera dimasukkan ke dalam sistem database CCTV Analytic.

Teknologi ini mampu mendeteksi wajah pelaku secara otomatis jika kembali mencoba masuk ke area stasiun.

"Selanjutnya (data) akan dimasukkan ke dalam database CCTV analytic yang mana CCTV ini dapat mendeteksi wajah terduga pelaku yang melakukan tindakan kriminalitas,” tegasnya.

Tak hanya sekadar pelacakan, KAI Commuter juga akan memasukkan pelaku ke dalam daftar hitam (blacklist). Selain itu, pihak manajemen berkomitmen memberikan perlindungan penuh kepada korban.

KAI Commuter memastikan akan mendampingi korban untuk melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Tak hanya bantuan hukum, dukungan psikologis juga disiapkan bagi korban.

“KAI Commuter juga akan memberikan pendampingan kepada korban secara psikologis untuk menguatkan korban,” tambahnya.

Lebih lanjut, sebagai bentuk komitmen terhadap keamanan pengguna, KAI Commuter meminta seluruh penumpang untuk lebih peka terhadap situasi di sekitar mereka.

Masyarakat diharapkan tidak ragu untuk bertindak atau melaporkan jika melihat tindakan mencurigakan atau menjadi korban kekerasan seksual.

"KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna untuk peduli pada situasi sekitar, berani bertindak, berani speak up, atau melaporkan segala bentuk kekerasan seksual kepada petugas," tutup Leza.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.