TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Progres pengerjaan jalan tol ruas Purwomartani hingga Prambanan kini telah mencapai 95 persen. Jalur ini dipastikan siap beroperasi secara fungsional pada periode 16-29 Maret 2026 guna mendukung kelancaran arus mudik.
Meski masih menyisakan tahap finishing, jalur sepanjang 12,2 kilometer ini telah menyelesaikan pengerjaan badan jalan utama (main road). Ruas ini disiapkan khusus untuk arus mudik dari arah Yogyakarta menuju Klaten, Solo, Jakarta, maupun Surabaya.
Manager Pengendalian Proyek Tol Jogja-Solo Paket 1.2, Bachtiar Yusuf, menjelaskan bahwa ruas Purwomartani-Prambanan hanya dioperasikan sebagai gerbang masuk (entrance gate). Sebaliknya, kendaraan dari arah timur menuju Yogyakarta belum dapat melintasi jalur ini.
"Jalur main road sudah selesai semua. Ada titik yang sudah dicor permanen (rigid), dan ada yang masih Lean Concrete (LC) sementara. Per hari ini pengecoran sudah tuntas," ujar Bachtiar, Rabu (11/3/2026).
Mengingat minimnya lampu penerangan jalan, jam operasional tol fungsional ini dibatasi hanya pada siang hari, yakni pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
Satu Lajur dan Batas Kecepatan
Selama masa fungsional, akses dari gerbang Purwomartani menuju Prambanan tidak dipungut biaya. Namun, pemudik diimbau tetap menyiapkan kartu uang elektronik (e-money). Sebab, kendaraan yang masuk dari Purwomartani harus terus melaju ke arah timur dan baru akan bertransaksi di titik keluar tujuan, dengan perhitungan tarif dimulai dari Gerbang Prambanan.
Bachtiar menambahkan, tol ini hanya dibuka satu lajur demi alasan keamanan. Keputusan ini diambil setelah koordinasi dengan forum lalu lintas dan kepolisian untuk menghindari kemacetan di jalan raya Jogja-Solo, terutama pada titik U-Turn yang belum rampung sempurna.
Kecepatan kendaraan di jalur fungsional ini pun dibatasi maksimal 40 kilometer per jam. Pemudik juga diminta waspada karena akan ada peralihan lajur di STA 41+500, di mana kendaraan dialihkan dari Lajur A ke Lajur B hingga menuju Klaten.
Baca juga: Kecepatan di Tol Fungsional Purwomartani-Prambanan Dibatasi 40 Km/Jam
Keamanan dan Pengawasan
Dari sisi pengamanan, pengelola telah memasang pagar pengaman (guardrail) sepanjang 11 kilometer. Sisanya dilengkapi dengan pembatas sementara seperti water barrier dan tolo-tolo. Pantauan di lokasi menunjukkan Gerbang Tol Purwomartani sudah berdiri kokoh, sementara petugas masih merapikan rambu-rambu lalu lintas di sepanjang jalur.
Karo Ops Polda DIY, Kombes Pol Rendra Radita, menyatakan pihaknya telah menyiapkan pos pantau di depan Gerbang Tol Purwomartani. Tim urai juga disiagakan untuk mengantisipasi kepadatan arus di persimpangan sebidang akses masuk tol.
"Kami berupaya agar tidak ada kemacetan, melainkan hanya pelambatan arus. Keselamatan adalah yang utama, masyarakat diharapkan saling mengindahkan agar perjalanan tetap nyaman dan aman," tegas Rendra. (*)